Berita

Presiden Amerika Serikat Donald Trump/Net

Dunia

Trump Manfaatkan Pembunuhan Qassem Soleimani Untuk Ajang Kampanye

JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 16:22 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memanfaatkan pembunuhan jenderal top Iran, Qassem Soleimani sebagai tema kampanyenya jelang pemilu presiden 2020 mendatang.

Pada kampanye di Toledo, Ohio (Kamis, 9/1), Trump menggunakan sebagian besar pidatonya untuk membela langkah yang diambil oleh pemerintahannya untuk membunuh Soleimani melalui serangan udara di Baghdad Irak pekan lalu. Trump mengklaim, pembunuhan itu menyelamatkan nyawa dan memberikan keadilan bagi warga Amerika Serikat.

"Minggu lalu Amerika Serikat sekali lagi mengambil tindakan tegas dan tegas untuk menyelamatkan nyawa Amerika dan memberikan keadilan Amerika," kata Trump seperti dimuat Channel News Asia.


Pada kesempatan yang sama, Trump juga menolak kritik pedas dari Demokrat yang mengatakan bahwa dia melampaui kewenangannya dengan serangan tersebut.

Dia menuduh Soleimani mengorganisir protes kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang didukung Iran di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad, Irak awal bulan ini.

Trump juga mengklaim, jika dia tidak mengirim pasukan Amerika Serikat untuk melindungi kedutaan, para demonstran mungkin telah mendobrak dan membunuh orang Amerika Serikat atau menyandera mereka. Jika demikian, maka akan terjadi pengulangan sejarah penyerangan atas fasilitas diplomatik Amerika Serikat di Benghazi, Libya, tempat duta besar AS terbunuh pada tahun 2011 lalu.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya