Berita

Hasto Kristiyanto/RMOL

Politik

Wajar Isu Pergantian Hasto Dikaitkan Dengan OTT Wahyu Setiawan

JUMAT, 10 JANUARI 2020 | 13:16 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Meski sudah dibantah, kabar pergantian Hasto Kristiyanto sebagai Sekjen PDIP masih terus berhembus.

Isu ini menggelinding bersamaan dengan peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) tim KPK yang menyasar Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Selain Wahyu, KPK juga menetapkan tiga tersangka lain.


Yaitu, Agustiani Tio Fridelina bersama Wahyu sebagai penerima suap. Agustiani adalah mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, yang juga orang kepercayaan Wahyu.

Dua tersangka lainnya adalah pemberi suap. Yaitu, Harun Masiku dan Saeful Bahri.

Harun diketahui calon anggota DPR RI 2019-2024 dari PDIP daerah pemilihan Sumatera Selatan I. Sementara Saeful adalah orang kepercayaan Sekjen PDIP Hasto Kristianto, dia juga tercatat sebagai caleg DPR RI 2019 dari PDIP daerah pemilihan Riau II.

Empat orang ini diduga terlibat tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait penetapan anggota DPR RI terpilih tahun 2019-2024, pengganti almarhum Nazarudin Kiemas.

Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin mengatakan, kalau memang informasi itu benar, Hasto bakal diganti, maka wajar publik mengaitkannya dengan OTT Wahyu Setiawan.

"Kalau benar akan diganti, maka tidak bisa dihindari akan dikait-kaitkan dengan OTT ini," ujar Said kepada kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/1).

Seperti diketahui, pergantian antarwaktu (PAW) anggota dewan, hanya bisa diusulkan oleh ketum dan sekjen partai.

"Jadi, kalau informasi itu benar (Hasto bakal diganti), maka tidak bisa dihindari dengan kasus ini. PAW yang teken adalah ketum dan sekjen," tutup Said.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Atap Terminal 3 Ambruk, Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dialihkan

Senin, 06 April 2026 | 16:10

UPDATE

Kasum TNI Buka Rakernas Taekwondo Indonesia 2026

Jumat, 17 April 2026 | 03:56

Gubernur Luthfi Ajak Kadin Berantas Kemiskinan Ekstrem di Jateng

Jumat, 17 April 2026 | 03:42

Halalbihalal dan Syal Palestina

Jumat, 17 April 2026 | 03:21

Soenarko Minta Prabowo Jangan Diam soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 02:59

BGN Minta Pemprov Sulteng Gandeng Influencer Lokal Tangkal Hoax MBG

Jumat, 17 April 2026 | 02:49

Prabowo Jangan Lagi Pakai Orang Jokowi Buntut Penangkapan Ketua Ombudsman

Jumat, 17 April 2026 | 02:24

Penyidik Kejati Angkut Sejumlah Berkas Usai Geledah Kantor Dinas ESDM Jatim

Jumat, 17 April 2026 | 01:59

Aktivis dan Purnawirawan TNI Gelar Aksi di DPR soal Kasus Ijazah Jokowi

Jumat, 17 April 2026 | 01:45

Purbaya Anggap Santai Peringatan S&P: Defisit Kita Masih Terkendali

Jumat, 17 April 2026 | 01:25

Anak TK Pun Tidak Percaya Motif Pelaku Penyiraman Air Keras ke Andrie Yunus

Jumat, 17 April 2026 | 00:59

Selengkapnya