Berita

Irvan Herman bersama Zulkifli Hasan/Net

Politik

Soal Rumah Dinas Ketua MPR, Wasekjen PAN: Bambang Soesatyo Yang Tidak Mau Pindah

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 10:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Orang PAN angkat bicara soal rumah dinas Ketua MPR yang masih ditempati Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Zulkifli saat ini menjabat Wakil Ketua MPR, pada periode lalu dia menjabat Ketua MPR yang saat ini diduduki Bambang Soesatyo.

Wakil Wasekjen DPP PAN Irvan Herman mengatakan, alasan Zulkifli tidak pindah dari rumah dinasnya karena Bambang Soesatyo termasuk Ketua DPR Puan Maharani masih ingin menempati rumah dinas lamanya.

"Ketua DPR RI yang sekarang tak mau pindah dari Rumah Dinas Menko PMK. Begitu juga dengan Ketua MPR RI yang sekarang, Mas Bamsoet yang tidak mau pindah dari Rumah Dinas Ketua DPR, secara otomatis Pak Zulkifli Hasan juga tak mau pindah. Jika semua pindah juga akan membutuhkan proses yang cukup lama dan ada penambahan biaya renovasi," ujar Irvan, Kamis (9/1).


Zulkifli masih menggunakan ruangan kerja dan rumah dinas Ketua MPR. Dia juga masih menempati rumah dinas Ketua MPR di Widya Chandra IV nomor 16, Jakarta Selatan.

Melanjutkan keterangannya, Irvan justru menuding kasus Rumah Dinas dan Ruang Kerja Ketua MPR sengaja diputarbalikkan untuk dijadikan framing negatif yang sekaan-akan menjadi hal yang benar.

"Fitnah itu keji lho. Padahal itu upaya negatif dan destruktif untuk menghajar Pak Zul menjelang Kongres PAN. Membuat citra negatif kepada Pak Zul. Tapi alhamdulillah, Pak Zul tetap diberi rasa kesabaran oleh Allah," tukasnya.

Irvan menambahkan, Bambang Soesatyo pernah menyampaikan dan menjelaskan dengan nada bercanda, bahwa ruangan Ketua MPR yang lama, desainnya jadul alias ketinggalan zaman. Karena itu politisi Golkar itu lebih memilih ruangan peninggalan Oesman Sapta yang sudah direnovasi dengan desain yang lebih modern.

Pengamat politik Ujang Komarudin sebelumnya meminta Zulkifli memberi teladan yang baik bagi masyarakat luas. Menurutnya, langkah Zulkifli yang masih menempati rumah dinas itu menunjukkan tidak adanya itikad baik. Padahal semestinya, sebagai pejabat publik, dia memberikan contoh yang baik.

Ujang yang juga pengamat politik ini menilai bahwa seharusnya, jika seorang menempati jabatan baru, maka semua fasilitas di jabatan lama harus dikembalikan kepada negara. Jika tidak, secara etika itu melanggar kepatutan.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Ketum PDIP Tinjau Kantor Baru Megawati Institute

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:14

Polisi Bongkar Jaringan Senpi Ilegal Dipakai Begal, Dijual di Facebook Hingga Tokopedia

Selasa, 20 Januari 2026 | 22:09

Bupati Sudewo dan Tiga Kades Kajen Resmi Ditahan, Digiring ke Rutan Pakai Rompi Oranye

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:53

Wapres Gibran Blusukan ke Pasar Borong Daun Bawang

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:48

Istana Rayakan Prestasi Timnas Maroko sebagai Runner-Up Piala Afrika 2025

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:32

Polisi Sudah Periksa 10 Saksi dan Ahli Terkait Pelaporan Pandji Pragiwaksono

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:29

Komisi II Hanya Fokus Revisi UU Pemilu, Bukan Pilkada

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:22

Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra Usai Dicalonkan Jadi Deputi Gubernur BI

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:10

Bupati Pati Sudewo dan Tiga Kades Patok Harga hingga Rp225 Juta per Jabatan Perangkat Desa

Selasa, 20 Januari 2026 | 21:00

Daftar 28 Perusahaan Sumatera yang Izinnya Dicabut Prabowo

Selasa, 20 Januari 2026 | 20:56

Selengkapnya