Berita

Ketua KPK, Firli Bahuri/Net

Hukum

Pakar Hukum Pidana: OTT KPK Menggambarkan The Man Behind The Gun

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 04:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bawah kepemimpinan Firli Bahuri langsung tancap gas dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di awal tahun 2020.

Tak tanggung-tanggung, operasi senyap perdananya tersebut langsung menciduk Komisioner KPU serta seorang kepala daerah di Sidoarjo.

OTT ini pun seakan menjadi jawaban kepada pihak-pihak yang sempat meragukan kepemimpinan Firli Bahuri yang notabenenya berlatar belakang seorang anggota Polri. Terlebih beberapa waktu lalu muncul sikap pesimistik bahwa KPK bakal tumpul dengan adanya undang-undang baru.


"OTT KPK yang baru menggambarkan the man behind the gun pada level penyidik," kata pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/1).

Ia menyadari bahwa sistem yang saat ini diterapkan di KPK jauh dari kata baik. Hal itu berkenaan dengan UU baru KPK, yakni UU 19/2019 dimana terdapat beberapa perubahan dari UU KPK tahun 2002.

"Meskipun sistemnya kurang baik, tapi karena SDM-nya berintegritas maka pemberantasan korupsi tetap jalan. Meskipun komisionernya menyatakan akan menghentikan OTT (tapi tetap dilakukan)," tegasnya.

Oleh karenanya, ia berharap SDM KPK saat ini yang dianggap sudah mumpuni bisa juga ditunjang dengan sistem yang memperkuat KPK.

"Lebih baik jika sistemnya/UU-nya juga baik karena akan tetap menjamin kemandirian lembaga dan kenyamanan bekerjanya SDM yang berintegritas," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya