Berita

Kejagung RI/Net

Politik

Kasus Jiwasraya, Serikat Pekerja BUMN Dorong Kejagung Tangkap Heru Hidayat

RABU, 08 JANUARI 2020 | 08:17 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kejaksaan Agung (Kejagung) jangan segan untuk melakukan penahanan terhadap pihak-pihak yang diduga telah melakukan perampokan di perusahaan PT Asuransi Jiwasraya.

Demikian permintaan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu Tri Sasono menanggapi penanganan kasus Jiwasraya yang oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin disebut telah merugikan negara hingga 13,7 triliun.

Sasono dalam hal ini mendesak Burhanuddin CS untuk tidak takut menangkap dan menetapkan Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) Heru Hidayat.


Meskipun, sambung Sasono, Heru sangat dekat dengan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Termasuk untuk tidak takut menangkap mantan Direktur Keuangan PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Hary Prasetyo dan mantan Direktur Utama Jiwasraya, Hendrisman Rahim.

Duganya, ada modus operandi menaikan nilai saham di TRAM dan IIKP milik perusahaan Heru Hidayat secara tidak wajar dalam waktu singkat, kemudian Jiwasraya memborong kedua saham tersebut hingga sejumlah di atas 5 persen. Selang berapa bulan kemudian, saham tersebut jatuh pada nilai yang sangat rendah.

“Kalaupun saham tersebut harganya naik juga bukan akibat kinerja bisnis perusahan tetapi akibat pengorengan saham,” tegasnya kepada wartawan Rabu (8/1).

Sasono mengurai, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) telah mengungkap penyebab skandal gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero), salah satu penyebabnya adalah pengelolaan investasi, di mana dana diinvestasikan pada saham-saham gorengan seperti saham TRAM dan IIKP.

Berdasarkan laporan kepemilikan efek di atas 5 persen yang dirilis PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Jiwasraya mengantongi 5,37 persen saham TRAM dengan total investasi sekitar Rp 760 miliar pada Mei 2013. Harga saham TRAM saat itu masih berkisar Rp 1.300 per lembar. Kemudian, per 7 April 2014, laporan KSEI menyatakan kepemilikan Jiwasraya atas saham TRAM naik menjadi 5,87 persen atau senilai Rp 571,4 miliar.

Saham TRAM pernah berada di posisi tertinggi Rp 1.885 pada Mei 2014. Tapi saat itu sebetulnya perusahaan pelayaran yang dulu bernama PT Trada Maritime tersebut belum terlepas dari utang seusai kebakaran tanker FSO Lentera pada 2011.

Peristiwa itu menurunkan aset tetap perusahaan sepanjang 2012 hingga 2014. Tak lama berselang, pada 6 Juni 2014, Bursa Efek Indonesia menghentikan perdagangan saham TRAM untuk mencegah transaksi tidak wajar setelah munculnya kabar penyelundupan minyak oleh kapal TRAM.

“BPK juga menyebut investasi Jiwasraya di instrumen reksa dana tak jauh berbeda. Jiwasraya membeli produk reksa dana dengan underlying saham kinerja buruk. Salah satu saham yang menjadi sorotan BPK adalah saham PT Inti Agri Resources Tbk (IIKP),” tegasnya.

Saat ini, saham perusahaan perikanan, perdagangan, industri, dan perkebunan itu tak bergerak di posisi Rp 50 per saham. Dalam lima tahun terakhir, sahamnya turun 58,33 persen.

“Artinya sudah cukup bukti dari hasil audit BPK,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya