Berita

Kivlan Zen/RMOL

Hukum

Batuk Dan Terbata-bata, Kivlan Zen Tetap Beri Kesaksian Pada Persidangan Habil Marati

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 12:34 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen bersaksi dalam peridangan untuk tersangka Habil Marati terkait kasus kepemilikan senjata api (Senpi) ilegal dan peluru tajam.

Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jaksut), kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (7/1).

Kivlan yang mengenakan pakaian serba hitam dan bersendal itu duduk di kursi roda saat mengikuti persidangan sebagai saksi mahkota (saksi yang berstatus terdakwa).


Sidang dibuka oleh Hakim Ketua Saifudin Zuhri dan dilanjut pembacaan sumpah oleh Kivlan Zen untuk bersaksi.

Seusai pembacaan sumpah, Kivlan batuk-batuk dan terlihat kurang sehat. Saat itu, hakim ketua menanyakan kesiapan Kivlan bersaksi untuk Habil Marati.

Namun, Kivlan mengaku siap mengikuti persidangan dan memberikan keterangan sebagai saksi mahkota terkait kasus senpi ilegal tersebut.

"Maaf yang mulia, dengan keadaan saya, saya akan memberikan keterangan sepanjang saya mampu," ujar Kivlan dengan nada terbata-bata.

Dalam kasus ini, pengusaha Habil Marati didakwa atas kepemilikan senpi ilegal dan peluru tajam. Senpi dan peluru yang dibeli tanpa surat-surat didapatkan dari sejumlah orang.

Habil Marati diduga melakukan perbuatannya tersebut bersama-sama dengan Kivlan Zen, Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, dan Asmaizulfi alias Vivi.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya