Berita

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti/RMOL

Politik

Pengamat: PAN Harus Pilih Pemimpin Yang Rela Tak Rangkap Jabatan

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 15:37 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Profesionalisme harus menjadi kriteria utama bagi Partai Amanat Nasional (PAN) dalam memilih sosok ketua umum. Hal itu berkaca dari pengalaman sebelumnya di mana rangkap jabatan yang dilakukan pimpinan PAN justru berdampak pada merosotnya perolehan suara.

Hal itu dikatakan Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti terkait agenda Kongres perebutan kursi Ketua Umum PAN tahun 2020.

"Profesionalisme itu menghendaki satu sikap yang konsisten, jelas, dan tegas untuk menggawangi satu profesi. PAN membutuhkan profesionalisme," kata Ray kepada wartawan, Minggu (5/1).


Baginya, seorang ketua umum baiknya figur sentral di internal yang diharapkan dapat menakhodai partai secara total dan tidak diganggu urusan di luar partai, terlebih kontestasi Pemilu 2024 semakin dinamis.

Oleh karenanya, ia menyarankan Ketum PAN periode 2020-2025 tak rangkap jabatan seperti yang saat ini dilakukan Zulkifli Hasan.

"PAN harus dikelola secara profesional. Kalau mau jadi Wakil Ketua MPR ya ambil posisi itu saja, jangan juga jadi ketua partai," urainya.

Yang tak kalah penting, Ketum PAN ke depan harus fokus membesarkan partai, tidak terbagi kepada urusan lain.

Sebab berdasarkan data dua Pemilu terakhir grafiknya menurun. Perolehan suara partai berlambang matahari terbit ini memperoleh suara 7,59 persen dari total daftar pemilih tetap (DPT). Sedangkan di Pemilu 2019 hanya 6,84 persen dari DPT.

Terlepas dari ada suara partai yang berkurang atau tidak, jelasnya, kebutuhan pengelolaan partai secara profesional merupakan sebuah keharusan.

"Kalau profesionalisme itu tidak bisa diwujudkan, konsentrasi pucuk pimpinan partai akan terpecah dan akan sulit meningkatkan kinerja partai dalam tiap momentum politik di tingkat nasional maupun lokal," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya