Berita

Ilustrasi China du Natuna/Net

Politik

DPR: Konsolidasi ASEAN Harus Dioptimalkan Sikapi Klaim China Atas Natuna

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 16:20 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Semua jalur seperti diplomasi, keamanan pertahanan dan pengelolaan ekonomi harus dioptimalkan dalam rangka mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Begitu yang disampaikan oleh anggota Komisi I DPR RI Sukamta Kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (4/1).

Untuk jalur diplomasi, Sukamta mendorong agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengkonsolidasikan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN yang belum optimal.


“Banyak negara anggota ASEAN yang terkena klaim China ini (soal perairan Natuna),” kata dia.

Inilah saatnya bagi Indonesua bersikap lebih tegas kepada Pemerintah Komunis China sebagaimana sikap Indonesia terhadap Uni Eropa soal sawit.

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Polhukam ini menambahkan, kepentingan menjaga NKRI perlu menjadi prioritas.

“Kita tidak perlu drama dalam kasus ini tetapi juga jangan menggampangkan persoalan. Perkuatan patroli sebagai salah satu aspek pengamanan perlu dilakukan. Memang sudah semestinya negeri sebesar Indonesia ini memiliki Bakamla dan Angkatan laut yang kuat,” harapnya.

Sukamta menjelaskan bahwa sistem keamanan laut selama ini berjalan dengan Multi Agency Single Task. Beberapa kementerian Lembaga memiliki tugas penegakan hukum di laut.

Hal ini tentunya menyebakan penegakan keamanan di laut tidak efektif dan tumpang tindih serta borosnya anggaran.

"Masalah ini perlu kita pikirkan agar berjalan dengan Single Agency Multi Task. Karena itu, saya mendorong dibahasnya RUU Keamanan Laut yang sudah masuk Prolegnas 2019-2024. Dengan RUU ini kita harapkan sistem keamanan laut serta fungsi Bakamla menjadi jelas dan lebih kuat, juga memaksimalkan pemenuhan alutsista keamanan laut,” demikian Sukamta.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya