Berita

Aksi tuntut novel Baswedan diproses hukum/RMOL

Hukum

Agar Tak Kebal Hukum, Corong Rakyat Minta Kasus Novel Di Bengkulu Segera Diproses

JUMAT, 03 JANUARI 2020 | 02:57 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Memasuki awal tahun 2020, kelompok massa mengatasnamakan Corong Rakyat kembali berunjuk rasa di Kejagung RI, Kamis (2/1).

Dalam aksinya, mereka kali ini mengenakan kostum ala Superhero mulai dari Superman dan Thor dengan muka bertopeng penyidik KPK Novel Baswedan. Dua manusia super tersebut, juga membawa poster bertuliskan "Manusia Super Sombong yang Kebal Hukum".

Koordinator Corong Rakyat, Ahmad mengaku aksinya ini sebagai kritikan kepada Novel yang dianggap kebal hukum alias tak tersentuh oleh hukum terkait kasus penganiayaan dan dugaan pembunuhan di Bengkulu.


"Aksi teatrikal ini sebagai bentuk kritikan tajam kepada Novel Baswedan bak superhero yang kebal hukum. Kami berharap tahun 2020 ini, kasus Novel di Bengkulu tidak menjadi sebuah misteri dan berkasnya bisa di limpahkan ke Pengadilan," tegasnya.

Ahmad menyayangkan respon lamban korps Adhyaksa yang menjadi catatan hitam di tahun 2019 lantaran tidak ada penyelesaian terhadap penanganan kasus penganiayaan dan dugaan pembunuhan yang dilakukan oleh Novel Baswedan yang kala itu masih menjabat sebagai Kasat Reskrim di Bengkulu.

"Semoga di awal tahun 2020 kali ini akan menjadi refleksi atas kekecewaan publik terhadap lembaga Kejaksaan Agung yang tak kunjung melimpahkan berkas Novel Baswedan itu ke Pengadilan. Padahal sudah jelas korban penganiayaan itu memenangkan praperadilan deponering atas kasus Novel tersebut," terangnya.

Pihaknya juga mengaku kecewa dengan pegiat HAM yang justru memberikan pembelaan kepada Novel Baswedan dan malah tidak tergugah kepada korban maupun keluarga korban kasus penganiayaan kedzaliman Novel.

"Kami ingin tahu, mereka ini (pejuang HAM) bersikap atas dasar pesanan atau nurani alias murni. Jika mereka atas nurani HAM, maka akan memberikan bantuan kepada korban maupun keluarga korban keganasan Novel," tambahnya.

"Kami khawatir Novel dan pegiat HAM ini kena karma atau kualat aja. Kami yakin Gusti Allah mboten sareh, kun fayakun, pasti nanti ada bala'nya," kata dia lagi.

Selain itu, pihaknya juga meminta elite penguasa mulai dari Presiden, Jaksa Agung dan Kapolri untuk menegakkan keadilan atas perkara yang mereka sampaikan. Oleh karenanya, membongkar kasus pidana yang dilakukan Novel dalam perkara suap sengketa pemilihan kepala daerah yang melibatkan bekas ketua Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar juga harus menjadi harga mati.

Dalam kasus ini Novel diduga memaksa orang memberi keterangan di bawah sumpah palsu, dugaan penyalahgunaan kewenangan, indikasi perampasan kemerdekaan orang, dan indikasi tindak pidana menyuruh orang memberikan keterangan palsu di media massa.

"Jangan mau digiring opini sesat oleh kubu Novel, usut tuntas semua kasus-kasus Novel," katanya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya