Berita

Mantan bos Nissan Jepang, Carlos Ghosn/Net

Dunia

Bak Film Hollywood, Begini Cara Eks Bos Nissan Kabur Dari Tahanan Rumah Di Jepang Ke Lebanon

SELASA, 31 DESEMBER 2019 | 21:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang menyita perhatian publik di penghujung akhir tahun 2020 ini. Betapa tidak, seorang taipan yang tengah menanti persidangan beberapa bulan mendatang berhasil angkat kaki dari negeri sakura tersebut.

Taipan tersebut adalah mantan bos Nissan Jepang, Carlos Ghosn yang ditangkap awal tahun ini atas tuduhan pelanggaran keuangan. Sejak penangkapannya, dia menjadi tahanan rumah di Tokyo.

Namun, jelang pergantian tahun, dia secara diam-diam telah meninggalkan Jepang dan tinggal di Lebanon.


Pria berusia 65 tahun itu sendiri diketahui mengantongi paspor Brasil, Perancis dan Lebanon. Namun sejak ditangkap, otoritas keamanan telah menyita ketiganya sebagai syarat jaminannya.
Salah satu pengacaranya, Junichiro Hironaka, mengkonfirmasi kepada wartawan bahwa ketiga paspor Ghosn tersebut masih berada di tangan otoritas keamanan Jepang. Dia pun mengaku tercengang mendengar berita penerbangan kliennya yang santer diberitakan media sejak awal pekan ini.

Lembaga penyiaran publik NHK mengutip sebuah sumber anonim, mengabarkan bahwa Badan Layanan Imigrasi Jepang tidak memiliki catatan Carlos Ghosn meninggalkan negara itu.

Lantas bagaimana Ghosn bisa diam-diam kabur dari Jepang?

Kabar terbaru yang dimuat The Guardian mengutip saluran berita TV Lebanon MTV, menyebutkan bahwa Ghosn melarikan diri dari tahanan rumah di Jepang dengan bersembunyi di dalam sebuah kotak alat musik. Aksi tersebut kabarnya didalangi oleh istrinya, Carole dengan bantuan band musik Gregorian dan sebuah tim mantan perwira pasukan khusus.

Aksi pelarian bak adegan film Hollywood itu dimulai ketika band tersebut tiba di rumahnya di Tokyo, di mana Ghosn ditahan di bawah tahanan rumah dan pengawasan ketat polisi.

Pada akhir pertunjukan ketika para musisi mengemas instrumen mereka, Ghosn tampaknya menyelinap ke dalam salah satu kotak musik yang berukuran besar dan dibawa ke bandara lokal kecil.

Di situ, sebuah pesawat pribadi sedang menunggu untuk mengangkut mereka ke Istanbul, Turki. Dari sana dia tampaknya telah menaiki jet pribadi Bombardier Challenger untuk penerbangan ke Lebanon dan tiba awal pekan ini (Senin, 30/12).

Berita pelarian itu mengejutkan bagi pihak berwenang Jepang dan mencoreng sistem keamanan di negara tersebut.

Seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa, Taichiro Motoe, mengatakan bahwa kabar itu merupakan kejutan. Dia menyerukan perbaikan cepat dan efektif.

Anggota parlemen dari LDP lainnya, Masahisa Sato, mengatakan hal yang senada.

"Jika ini benar, itu bukan meninggalkan negara, itu adalah keberangkatan ilegal dan pelarian, dan ini sendiri adalah kejahatan," ujarnya.

"Apakah ada bantuan yang diberikan oleh negara yang tidak disebutkan namanya? Ini juga merupakan masalah serius bahwa sistem Jepang memungkinkan keberangkatan ilegal dengan begitu mudah," keluh Sato, yang juga mantan menteri negara untuk urusan luar negeri.

Untuk diketahui, Jepang dan Lebanon tidak memiliki perjanjian ekstradisi. Namun kedua negara memiliki hubungan diplomatik yang baik.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya