Berita

Edi Hasibuan/Net

Politik

ICW Sebut Jokowi Aktor Pelemahan KPK, Lemkapi: Tuduhan Yang Mengada-ada

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 21:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Indonesia Corruption Watch (ICW) dalam catatan akhir tahun 2019 melontarkan sejumlah kritikan pedas untuk pemerintahan Joko Widodo yang dinilai telah berupaya melakukan pelemahan terhadap lembaga antirasuah KPK.

ICW menilai tahun ini merupakan tahun kelam bagi pemberantasan korupsi di Indonesia. Presiden Joko Widodo dinilai ingkar janji dalam memperkuat KPK dengan memilih pimpinan terburuk sepanjang sejarah KPK.

Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi ) Edi Hasibuan menyatakan tuduhan ICW merupakan sesuatu yang mengada-ada.


"Saya enggak setuju ya. Itu cukup mengada-ada. Kita kan belum tau ya seperti apa nanti KPK bekerja ini. Kan baru mulai, kita kasih kesempatan kepada KPK bekerja, bertugas," ungkapnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (29/12).

"Ini kan undang-undang baru, mungkin saja KPK yang sekarang bisa lebih baik lagi dalam memberantas korupsi, karena ini kan baru berjalan," sambung Edi.

Menurut Edi, kuncinya disini adalah dengan memberikan kepercayaan, optimis dulu, dan memberikan kesempatan.

"Termasuk ada dewan pengawas yang saya lihat luar biasa ya, mereka adalah tipe-tipe orang hebat yang selama ini kita kutip banyak sekali banyak diapresiasi masyarakat," tandasnya.

"Kita kasih kesempatan kepada KPK yang baru dengan undang-undang yang baru bisa menjalankan tugasnya dengan baik. Jadi sama-sama kita pantau hasilnya seperti apa, kalau memang jelek kita kritisi," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya