Berita

Foto:RMOL

Politik

Tidak Diajak Bicara, Serikat Buruh Tolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja

SABTU, 28 DESEMBER 2019 | 11:55 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Langkah pemerintah pusat menyusun peraturan perundang-undangan terkait Cipta Lapangan Kerja atau yang bisa disebut Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ditolak serikat buruh Indonesia.

Penolakan diantara datang dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) seperti dalam jumpa pers, di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Sabtu (28/12).

Dalam kesempatan ini, hadir Presiden KSPI Said Iqbal, Sekretaris Jendral (Sekjen) FSPMI Riden Hatam Aziz dan sejumlah perwakilan serikat buruh di Indonesia.


Dalam pemaparannya, Iqbal mengatakan upah merupakan instrumen dalam menakar daya beli masyarakat.

"Pertumbuhan ekonomi tidak tercapai karena konsumsi masyarakat turun. Pada periode Pak SBY konsumsi masyarakat 56 persen. Tapi zaman Pak Jokowi periode pertama turun konnsumsi, di bawah 56 persen," ujar Iqbal di hadapan puluhan awak media.

Karena hal itu, mereka menolak penyusunan Omnibus Law yang akan dibahas di DPR pada awal tahun depan.   

Penolakan ini, ditambahkan oleh Sekjen FSPMI Riden, dikarenakan dalam pembahasannya tidak melibatkan serikat pekerja.

"Hanya melibatkan Kadin dan Apindo. Sementara kami dari buruh tidak diajak bicara. Artinya ini sudah tidak lagi demokratis," sebut Riden.

Hingga saat ini, pernyataan sikap masih disampaikan oleh seluruh perwakilan serikat pekerja yang menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja.

Menurut agenda yang tersebar di kalangan awak media, acara jumpa pers ini akan berlangsung hingga Pukul 12.00 WIB.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya