Berita

Novel Baswedan/Net

Presisi

Kabareskrim Dikabarkan Akan Umumkan Tersangka Penyiram Novel Baswedan

JUMAT, 27 DESEMBER 2019 | 16:51 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Terhitung 22 hari setelah ditunjuk sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo langsung tancap gas dalam rangka menyelesaikan pekerjaan rumah (PR) yang ada di Bareskrim, khususnya pengungkapan penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 yang baru satu hari menyandang tiga bintang itu dinformasikan bakal mengumumkan perkembangan yang didapat oleh jajaran Bareskrim terkait perkara yang sudah berjalan lebih dari dua tahun, dengan menggelar jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat sore (27/12).

Secara mendadak, wartawan yang biasa melakukan peliputan di Polda Metro Jaya diinformasikan bahwa Kabareskrim bakal menggelar pernyataan pers.


Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Argo Yuwono saat dikonfirmasi apakah jumpa pers ini bakal mengumumkan tersangka alias pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan, masih menutup rapat.

"Nanti saja Pak Kaba (Kabareskrim Polri) yang menjelaskan," kata Argo kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan terjadi pada April 2017. Hingga kini, pelakunya belum terungkap. Polri telah melakukan berbagai upaya. Beberapa tim sudah dibentuk untuk mengusut tuntas kasus tersebut. Namun, belum ada hasil memuaskan.

Dalam berbagai kesempatan, Kadiv Humas Polri Irjen Mohammad Iqbal menyampaikan tim teknis kasus Novel telah menemukan fakta yang signifikan, namun Iqbal tak merinci apa yang berhasil ditemukan. Dia hanya menegaskan Polri dalam waktu dekat bakal mengumumkan temuan tersebut.

"Ada beberapa hal yang sangat signifikan sudah didapat, ditemukan oleh tim teknis. Tidak bisa kami bongkar di sini karena itu sangat tertutup dalam proses pengungkapan kasus ini," kata Iqbal di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis lalu (31/10).

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Jokowi Jadikan PSI Kendaraan Politik demi Melanggengkan Dinasti

Senin, 02 Februari 2026 | 10:15

IHSG "Kebakaran", Sempat Anjlok Hingga 5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:49

Ketegangan Iran-AS Reda, Harga Minyak Turun Hampir 3 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 09:47

Tekanan Pasar Modal Berlanjut, IHSG Dibuka Anjlok Pagi Ini

Senin, 02 Februari 2026 | 09:37

Serang Pengungsi Gaza, Israel Harus Dikeluarkan dari Board of Peace

Senin, 02 Februari 2026 | 09:27

BPKN Soroti Risiko Goreng Saham di Tengah Lonjakan Jumlah Emiten dan Investor

Senin, 02 Februari 2026 | 09:25

Komitmen Prabowo di Sektor Pendidikan Tak Perlu Diragukan

Senin, 02 Februari 2026 | 09:14

Menjaga Polri di Bawah Presiden: Ikhtiar Kapolri Merawat Demokrasi

Senin, 02 Februari 2026 | 09:13

Emas Melandai Saat Sosok Kevin Warsh Mulai Bayangi Kebijakan The Fed

Senin, 02 Februari 2026 | 09:07

Nikkei Positif Saat Bursa Asia Dibuka Melemah

Senin, 02 Februari 2026 | 08:49

Selengkapnya