Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pemuda Muhammadiyah: Jiwasrayagate Langkah Awal Bersih-bersih BUMN

KAMIS, 26 DESEMBER 2019 | 20:19 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kasus dugaan megakorupsi di perusahaan Asuransi Jiwasraya turut menjadi perhatian Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat Pemuda Muhammdiyah, Razikin.

Ia mengatakan, kasus yang diduga merugikan negara sebesar Rp 13,7 triliun harus diusut tuntas sekaligus menjadi bagian upaya keberlanjutan bersih-bersih di Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

”Hal itu menjadi komitmen dari Pak Erick Thohir, maka sebaiknya polemik serta spekulasi dapat dihindari ketika semua pihak memberikan dukungan terhadap kebijakan bersih-bersih yang sedang dilakukan Pak Erick," kata Razikin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (26/12).


Kejaksaan Agung yang saat ini turut menangani juga diminta berani menjerat siapapun yang terlibat dalam korupsi PT Jiwasraya.

Soal pernyataan politisi Demokrat, Andi Arief yang mengaitkan adanya keterlibatan perusahan Erick dalam dugaan korupsi PT Jiwasraya terlalu prematur dan mengada-ngada.

“Toh proses hukum baru dimulai, Kejaksaan Agung sedang melakukan penyelidikan. Lalu darimana Andi Arief dapat menyimpulkan seperti itu? Intinya kita serahkan ke proses hukum, jangan dipolitisasi,” jelas mantan Jurubicara Milenial TKN Jokowi-Ma’ruf Amin ini.

Di sisi lain, ia mengajak semua pihak mengawal kasus ini demi mewujudkan prinsip good corporate governance (GCG) di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) sebagai BUMN di dalam bidang usaha perasuransian.

”Tentu yang memenuhi ketentuan dalam bidang perasuransian maupun ketentuan-ketentuan lainnya, terutama ketentuan yang mengatur perlindungan konsumen sehingga Jiwasraya dapat menghasilkan produk dan jasa yang baik serta dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan konsumen,” paparnya.

Selain itu, Razikin juga mendukung langkah Erick Thohir untuk menciptakan BUMN agar secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, yaitu keterbukaan (transparency), akuntabilitas (accountability), tanggung jawab (responsibility), independen (independency), kewajaran (fairness).

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya