Berita

Said Didu/Net

Politik

Said Didu: Aneh, Eks Dirkeu Jiwasraya Masuk Istana Saat Perusahaan Sakit

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 14:11 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kerugian yang diderita oleh perusahaan asuransi pemerintah, Jiwasraya diduga kuat karena ada perampokan.

Begitu kata mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu dalam sebuah video berjudul “MSD Ungkap Modus Perampokan Di Jiwasraya,” yang diterima, Senin (23/12).

Dugaannya bahkan mengarah pada Pilpres 2019. Pasalnya di tahun 2018, tidak ada tsunami ekonomi yang membuat perusahaan asuransi merugi. Di tahun Jiwasraya merugi itu, hanya ada persiapan menuju pilpres.


“Ini tempat pengambilan dana yang paling mudah, cepet, hitungan jam juga sudah mendapatkannya,” terang Said Didu.

Dia lantas merasa aneh dengan posisi mantan Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo yang mendapat promosi ke lingkaran pemerintah di tahun 2018. Hari diangkat menjadi Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis usai jabatannya di Jiwasraya tanggal.

Padahal, biasanya pejabat BUMN yang masuk dalam lingkar pemerintah merupakan mereka yang memiliki prestasi tinggi dan menunjukan kinerja bagus di perusahaan yang dipimpin.

“Contoh, Jonan, Rudiantara, Arief Yahya, biasanya yang bagus kinerjanya,” terangnya.

“Ini kerja lagi turun malah daat promosi, ini agak aneh,” demikian Said Didu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya