Berita

Pimpinan MPR RI, Jazilul Fawaid/Net

Politik

Pimpinan MPR Duga Ada Kongkalikong Direksi Jiwasraya

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 12:22 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kasus gagal bayar yang dialami Jiwasraya bisa jadi bukan hanya karena manajemen yang buruk. Tapi juga ada peran mantan petinggi perusahaan asuransi plat merah itu dalam mengeruk keuntungan pribadi.

Politikus dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Arief Puyouno menyebut, kasus Jiwasraya yang gagal bayar polis mencapai Rp 12,4 triliun terjadi karena adanya investasi fiktif dan pembobolan dana nasabah Jiwasraya.

Arief menyebut dua nama yang bekerja sama dalam permufakatan tersebut. Yaitu mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim dan mantan Direktur Keuangan Jiwasraya, Hary Prasetyo.


Pimpinan MPR RI, Jazilul Fawaid, senada. Dia juga mengendus adanya kerja sama tidak baik terhadap dana nasabah asuransi di tubuh Jiwasraya sehingga tidak mampu membayar polis JS Saving Plan hingga belasan triliun rupiah.

“Ada kongkalikong, sehingga telat penanganannya,” kata Jazilul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/12).

Untuk itu, Jazilul meminta pemerintah dan aparat keamanan menindak secara tegas orang-orang yang melakukan korupsi hingga merugikan masyarakat dan negara.

“Tindak tegas pelakunya dan siapa saja yang terlibat,” tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya