Berita

Jazilul Fawaid/RMOL

Politik

Pimpinan MPR: Ibarat Kanker, Kasus Jiwasraya Sudah Stadium 4

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 10:47 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Perusahaan asuransi milik pemerintah Jiwasraya telah mengumumkan tidak akan sanggup membayar polis nasabah produk JS Saving Plan yang mencapai Rp.12,4 triliun yang telah jatuh tempo pada Oktober 2019.

Gagal bayar Jiwasraya diduga kuat karena investasi yang serampangan di pasar modal lantaran banyak membelanjakan dana nasabah ke saham lapis tiga alias gorengan seperti TRAM, IIKP, MTFN, ABBA, SMRU.

Wakil Ketua MPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid geram mendengar kabar tersebut. Terlebih korban dari kasus Jiwasraya cukup banyak dan menelan kerugian melebih dari kasus Bank Century.


"Kok bisa telat antisipasi, pasti ada yang lalai dan salah," ujar Jazilul kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/12).

Mengenai adanya dugaan dua direksi Jiwasraya terlibat dalam kasus ini. Jazilul meminta pemerintah dan aparat keamanan untuk menindak tegas.

"Tindak tegas pelakunya dan siapa saja yang terlibat," katanya.

Menurut Jazilul, kasus Jiwasraya ini sulit untuk disembuhkan lantaran menelan angka kerugian yang cukup fantastis dan mencoreng nama baik BUMN.

"Ibarat kanker sudah stadium 4, entar lagi mati dan meninggalkan masalah besar. Perlu operasi besar untuk selamatkan dana nasabah," tutupnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya