Berita

Pengamar Militer Connie Rahakundini/Ist

Politik

Connie Rahakundini: Stop Politisasi Posisi Wakil Panglima TNI

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 10:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan Peraturan Presiden No 66/2019 tentang Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia dan diteken pada 18 Oktober 2019 lalu.

Namun, hingga kini posisi Wakil Panglima masih kosong.

Pengamat militer dan intelejen Connie Rahakundini Bakrie menyebut beberapa kendala pengangkatan Wakil panglima. Salah satunya isu yang berkembang terkait posisi Wakil Panglima yang merupakan posisi buangan dan hanya  untuk mengunci posisi Panglima.


Connie mengimbau, hal ini harus segera  dipertanyakan dan dihentikan, karena isu itu memberikan kekhawatiran kepada Kastaff.

“KaStaff aja ada wakilnya, masa Panglima TNI nggak punya wakil, padahal jangkauan tugasnya sangat luas.  TNI  harus lebih mampu menunjukkan kualitas, profesionalitas, dan kemampuannya, dalam menjadi kekuatan regional dan kekuatan di dunia samudera yaitu India dan Pacific. Itu kan berat banget, harus dibantu dengan adanya posisi Wapang!” tegas Connie kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (23/12).

Gerakan stop politisasi kursi Wapang juga harus diikuti oleh gerakan stop politisasi terbentuknya Kogabwilhan. Karena Kogabwilhan sangat dituntut oleh kebutuhan pertahanan keamanan  negara.

“Sampai saat ini kita hanya punya tiga, padahal seharusnya adalah empat. Kebutuhan Kogabwilhan ini kok malah dianggap sebagai pelebaran organisasi, dan lain-lain,” keluh Connie.

Menurutnya, kasus sandera Abu Syayaf mestinya bisa masuk dalam wilayah Kogabwilhan. Sehingga tidak terjadi hal berlarut-larut.

“Jadi, mengapa kok belum ada wakil Panglima hingga saat ini? Ya karena Pak Hadi (Marsekal Hadi Tjahjanto) dianggap yang  menciptakan ide Wapang ini untuk mengunci Kastaff yang berpotensi menjadi Panglima. Kan amat disayangkan. Padahal karena Perpres 66 ini, justru logikanya kalau mau jadi Panglima ya paling cepat jadi Wapang dulu,” urai Connie.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Ini Alasan Nusron Wahid Tak Nongol di DPR Usai Anak Buah Dicokok KPK

Rabu, 16 September 2026 | 16:28

Prabowo Sampaikan Duka Cita atas Kecelakaan KM Virgo Transport 8

Rabu, 16 September 2026 | 16:17

Panja RUU Pemilu Dipastikan Dibentuk Tahun Ini

Rabu, 16 September 2026 | 16:15

Perlu Diusut Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Muara Baru

Rabu, 16 September 2026 | 16:11

PT 5 Persen Bikin Partai Nonparlemen Makin Berat ke Senayan

Rabu, 16 September 2026 | 16:10

Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading-Manggarai, Danantara Diminta Ikut Bantu

Rabu, 16 September 2026 | 16:09

Bapemperda DPRD DKI Dorong Penguatan Perlindungan Anak di Ruang Digital

Rabu, 16 September 2026 | 16:00

OPM Bunuh Sopir Angkutan Masyarakat, Mobil Dibakar

Rabu, 16 September 2026 | 15:47

Kolaborasi Lintas Lembaga Terus Diperkuat Meski Karhutla Menurun

Rabu, 16 September 2026 | 15:44

KPK Periksa 3 ASN BPK terkait Dugaan Suap Pengubahan Audit Pemkab Muara Enim

Rabu, 16 September 2026 | 15:32

Selengkapnya