Berita

Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin/Net

Politik

Lantik Dewas KPK 'Manusia Setengah Dewa', Ngabalin: Top Markotop

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 07:21 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih lima Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terdiri dari dari mantan hakim agung hingga mantan pimpinan KPK.

Apa yang dilakukan Jokowi ini kemudian banyak dipuji dan dinilai banyak kalangan karena berhasil menepis tudingan miring soal Dewas KPK.

"Top. Itu yang saya selalu bilang Pak Jokowi, top markotop sekaligus memberikan jawaban kepada publik ya," ungkap Tenaga Ahli Utama KSP, Ali Mochtar Ngabalin saat ditemui sesuai mengisi diskusi di kawasan Wahid Hasyim, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (22/12).


Bahkan Ngabalin menyebut Dewas KPK ini sebagai 'manusia setengah dewa'.
Kelima orang Dewan Pengawas KPK Ini resmi dilantik oleh Presiden Jokowi pada Jumat (20/12).

Mereka adalah Hakim Agung Artidjo Alkotsar, Hakim Albertina Ho, mantan Pimpinan KPK Tumpak Hatarongan Panggabean, mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Harjono hingga Peneliti Politik LIPI Syamsuddin Haris

"Ini manusia-manusia yang sudah selesai dengan urusan dunianya dan dirinya. Itulah kenapa saya selalu bilang, ini 'manusia-manusia setengah dewa'," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, amanah dari Undang-Undang No 19/2019 tentang KPK, Dewan Pengawas seharusnya dipilih melalui proses seleksi layaknya seleksi pimpinan KPK. Namun organ ini baru kali ini dibentuk sehingga terdapat pengecualian dengan dipilih langsung oleh presiden.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya