Berita

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD/Net

Politik

Politik Di Indonesia Terbuka Lebar Bagi Perempuan

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 06:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengatakan betapa beruntungnya Indonesia adalah negara demokrasi. Di mana semua orang berhak menyuarakan aspirasinya termasuk perempuan.

Mahfud juga menegaskan, betapa beruntungnya negara ini memiliki konstitusi dan hukum.

"Jadi kita beruntung sih punya konstitusi dan hukum karena konstitusi kita tidak membedakan laki-laki dan perempuan," ujar Mahfud saat menghadiri peringatan hari ibu 'Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju'  yang digelar oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Ritz Carlton Jakarta, Minggu (22/12).


Mahfud menilai kebebasan berekspresi bagi kaum hawa terkatang terbentur dengan budaya. Namun seiring dengan perkembangan zaman, Mahfud meyakini budaya itu akan menyesuaikan dengan kebutuhan.

"Tetapi yang jelas kalau ada persoalan itu persoalan budaya yang makin lama semakin adaptif terhadap kebutuhan modern," pungkasnya.

Namun, sistem politik di Indonesia terbuka lebar bagi perempuan. Banyak kaum perempuan yang sudah maju dalam dunia perpolitikan. Mahfud menilai kaum perempuan diberi kemudahan untuk menata karir politik.

"Di dalam hukum kita dilakukan afirmatif policy, di mana kaum perempuan itu diberi kemudahan yang lebih untuk menata karir politik," terang Mahfud.

Turut hadir dalam peringatan Hari Ibu, Ketua BPIP Hariyono, Ketua Dewan Pengarah BPIP Megawati Seokarnoputri, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, Aktivis Perempuan, Yenny Wahid serta tamu undangan dari berbagai organisasi perempuan.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya