Berita

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan/Net

Politik

Rapat Berujung Hilangnya Palu Sidang Bukti Zulkifli Hasan Belum Dewasa

MINGGU, 22 DESEMBER 2019 | 19:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kepemimpinan Zulkifli Hasan dalam memimpin rapat harian beragenda pemilihan Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Kongres PAN 2020 pada Jumat (20/12) menunjukan Ketua Umum PAN belum deasa dalam berpolitik.

Terlebih dalam rapat yang berujung rusuh itu, Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan dituding membawa lari palu rapat.

“Ini menandakan tak dewasa secara politik. Jika itu benar palunya dibawa pulang, maka akan merugikan dirinya sendiri,” kata analis politik dari Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (22/12).


Dia menambahkan, Zulhas merasa lawan politiknya cukup kuat dalam menyudutkannya pada Rakernas. Pasalnya, banyak kader yang menolaknya menjadi ketua umum lagi meski merasa sudah didukung oleh 30 DPW.

“Karena lawan-lawan politik di internal partainya akan menjadikan kasus tersebut sebagai celah untuk memojokan Zulhas. Sejatinya kejadian tersebut tak harus terjadi jika Zulhas bisa dewasa secara politik,” sambungnya.

Mengenai klaim dukungan 30 DPW, ia berpandangan hal itu masih perlu dibuktikan kebenarannya.

“Mungkin Zulhas sedang terdesak. Bisa saja dukungan 30 DPW benar, mamun suara-suara DPC-nya ke kandidat lain,” tandasnya.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya