Berita

Megawati jadi pembicara kunci Seminar Nasional di Ritz Carlton/RMOL

Politik

Megawati Berontak Saat Perempuan Dicap Sebatas Konco Wingking

MINGGU, 22 DESEMBER 2019 | 14:01 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bangsa Indonesia tidak akan maju jika kaum perempuan masih merasa bahwa posisinya selalu di belakang kaum laki-laki.

Begitu dikatakan Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri dalam Seminar Nasional bertema “Perempuan Hebat Untuk Indonesia Maju” di Ballroom Hotel Ritz Carlton Pasific Place, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Minggu (22/12).

"Bapak Presiden Jokowi sudah berpesan, bangsa ini harus segera melompat maju. Tetapi bagaimana bisa maju kalau perempuannya masih berpikir sebagai konco wingking (teman di belakang)," ujarnya.


Ketua umum PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa doktrin "konco wingking" sudah diajarkan sejak lama khususnya di tanah Jawa. Sejak mendengar doktrin itu juga, Mega mengaku langsung berontak menolak.

"Sejak awal sudah diajarkan perempuan itu di belakang, ini saya sudah berontak, nggak boleh begini," tegasnya.

Bukan tanpa alasan, kata Mega, kaum perempuan harus bangga bahwa secara alamiah sudah diberikan tugas berat. Di mana tugas itu tidak dapat dilakukan laki-laki.

"Tidak ada loh bapak-bapak mengandung, yang mengandung itu perempuan yang diberi tugas selama 9 bulan," pungkasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya