Berita

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Muslim Ayub: Zulhas Ini Memalukan Sejarah PAN

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 21:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Persiapan Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) yang tengah dipersiapkan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) kembali ternodai oleh gelagat politik petahana Ketua Umum Zulkifli Hasan yang semakin tidak jelas.

Pasalnya, dari info yang beredar di media sosial hari ini, Zulhas panggilan akrab Zulkifli Hasan, telah menunjuk secara sepihak Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) kongres, dengan membawa lari palu sidang.

Terdapat dua orang yang ditunjuk Zulhas, diantaranya Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno sebagai SC, dan Anggota DPR Eko Patrio sebagai OC.


Penunjukan itu dilakukan dalam rapat pengurus harian yang diselenggarakan di ruang Daksa 02, kantor sementara DPP PAN, Jalan Daksa I No. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam (20/12).

Mengetahui hal tersebut, Politisi senior PAN yang juga mantan anggota Komisi III Fraksi PAN, Muslim Ayub mengaku geram. Katanya, dalam sejarah perpolitikan PAN, baru di kepemimpinan Zulhas terjadi hal memalukan seperti cerita yang beredar tersebut.

"Ini adalah sejarah memalukan Partai Amanat Nasional sejak dilahirkan di Indonesia ini. Memalukan lo! masa diketok palu dibawa lari, tidak menghargai petinggi-petinggi partai disitu, ada Pak Amien loh!," ujar Muslim saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/12).

Disamping itu, ia tahu betul soal track record Zulhas, yang selama menjadi kader hanya meminta kekuasaan dan tidak memberikan kontribusi positif selayaknya kader atau pimpinan PAN sebelumnya.

"Siap betul dia tinggalkan kita lari (bawa palu)! Ini partai bukan partai anak-anak, bukan partai-partaian. Ini Partai Amanat Nasional, yang setiap tahun pemilu mendapat 5 besar di DPR," sebut Muslim.

"Ya kecuali pada saat dia (Zulhas) mimpin. Dari 5 besar (di DPR) menjadi 8 besar, dari ada menteri menjadi tidak ada, dari ada pimpinan DPR dan pimpinan MPR menjadi tidak ada," sambungnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya