Berita

Ilustrasi KPK/RMOL

Politik

PDIP Yakin Dewas Dan Komisioner Baru Akan Kembalikan Marwah KPK

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 20:03 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Keberadaan Dewan Pengawas (Dewas) KPK dengan pimpinan Komisioner KPK yang baru diyakini bakal kembali mengangkat marwah lembaga antirasuah. Hal itu lantaran, upaya pencegahan yang akan lebih digalakkan kedepannya.

Begitu disampaikan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12).

"Melihat figur yang dipilih menjadi Dewan Pengawas, komisioner KPK, kami meyakini upaya pemberantasan korupsi akan dilakukan dengan lebih komprehensif," ujar Hasto.


Menurut Hasto, potensi penyalahgunaan kekuasaan akan tidak ada lagi seiring kerja-kerja pemberantasan korupsi difokuskan pada pencegahan.

"Tidak ada lagi seperti dulu penyalahgunaan kekuasaan, kewenangan karena orang per orang," kata Hasto.  

Lebih dari itu, Tumpak Hatorangan Panggabean Cs pun diharapkan bisa mengembalikan warwah lembaga antikorupsi.

"Dewas harus mengembalikan marwah KPK dengan mengedepankan pencegahan tapi pada saat bersamaan juga melakukan tindakan bagi korupsi yang dilaksanakan secara masif," bebernya.

Komitmen PDIP, lanjut Hasto, terus mendorong pendidikan antikorupsi di segala lini termasuk sistem keuangan partai yang dikelola secara transparan. Hal itu diberlakukan untuk semua pengurus partai agar mengedepankan integritas.

"Kami memberi sanksi pemecatan (kepada kader PDIP yang terbukti korupsi). Kami tak akan pernah mencalonkan kepala daerah yang statusnya koruptor atau pernah menjalani tindak pidana Korupsi," tandasnya.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya