Berita

Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan/RMOL

Politik

Pengamat: Jika Benar, Ulah Zulhas Bawa Palu Sidang Boomerang Bagi Dirinya Sendiri

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 16:32 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Partai Amanat Nasional (PAN) kembali hangat diperbincangkan, setelah petahana Zulkifli Hasan berulah membawa palu sidang rapat persiapan Kongres tahun depan.

Sikap Zulhas tersebut dinilai aneh oleh pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin.

"Hal yang aneh dan merugikan Zulhas sendiri jika melakukan tindakan membawa palu sidang, dan itu boomerang bagi dirinya," kata Ujang saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/12).


Semestinya, lanjut Ujang, pertarungan perebutan ketum PAN harus berjalan demokratis.

"Jangan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan lawan politik," tambah Ujang.

Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah foto yang memotret sebuah meja dengan setumpuk kacang rebus, kotak snack berwarna kuning, sebuah air minum kemasan merek Oasis, dan bantalan palu sidang.

Foto ini dilengkapi dengan sebuah cerita tentang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan yang melarikan diri sambil membawa palu sidang dalam rapat yang digelar di ruang Daksa 02, kantor sementara DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Jalan Daksa I No. 10, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat malam (20/12).

Disebutkan dalam kabar tersebut bahwa Zulkifli Hasan alias Zulhas membuka rapat seperti biasa. Tidak lama, sambil berdiri mantan Ketua MPR RI itu mengatakan, “Eddy Soeparno (jadi) Ketua SC, ya.”

Setelah mengatakan hal itu, Zulkifli Hasan mengetukkan palu, dan balik kanan meninggalkan ruangan, bersama beberapa orang dekatnya, dan palu sidang.

Drama ini membuat speechless, kata seorang peserta rapat. Rasanya belum pernah hal seperti ini terjadi di tubuh partai berlambang sinar matahari itu.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya