Berita

Foto: Istimewa

Politik

Ada Dominasi Amien Rais Di Balik Cerita Palu Sidang Yang Hilang

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 16:27 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Ada cerita lain di balik fragmen menarik yang terjadi tadi malam (Jumat, 20/12) di kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN)  di Jalan Daksa I No. 10, Jakarta Selatan.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan disebutkan meninggalkan ruangan rapat sambil membawa palu sidang.

Zulhas, demikian ia kerap disapa, meninggalkan ruang sidang dengan terburu-buru setelah menetapkan Sekjen Eddy Soeparno sebagai ketua Steering Committee (SC) Kongres PAN.


Sambil berdiri mantan Ketua MPR RI yang kini menjadi Wakil Ketua MPR RI itu mengetukkan palu sidang, lalu balik kanan meninggalkan ruangan Daksa 02 di Kantor DPP PAN di Jalan Daksa I, No. 10, Jakarta Selatan, Jumat malam (20/12).

Cerita tentang palu sidang yang hilang menjadi istimewa, beredar luas bersama dengan sebuah foto yang memperlihatkan bantalan palu sidang tanpa palu sidang yang hilang.

Sampai sekarang belum jelas benar dimana palu sidang itu berada.

Namun, informasi lain yang diterima beberapa saat lalu mengatakan, bukan tanpa alasan Zulhas meninggalkan ruangan.

Disebutkan, sebelum Zulhas meninggalkan ruangan, suasana di dalam ruangan sudah kurang kondusif. Sudah terlalu banyak yang berteriak di luar aturan main rapat.

Pendiri PAN Amien Rais juga dinilai ikut memberikan sumbangan terhadap kondisi yang tidak kondusif itu.

Rapat molor beberapa waktu lamanya karena menunggu kehadiran Amien Rais. Hendak dimulai, namun tidak sedikit yang meminta agar Amien rapat dimulai setelah kehadiran Amien.

Amien disebutkan tiba sekitar satu jam dari jadwal rapat. Begitu tiba, ia mengambil tempat duduk di antara Ketua Umum Zulhas dan Sekjen Eddy Soeparno.

Oleh sementara peserta rapat, ini dipandang sebagai gesture yang kurang bersahabat.

Tidak sedikit yang menilai Amien Rais masih ingin terus  mengendalikan jalannya partai. Sedikit banyak, ini menjadi persoalan juga.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya