Berita

Peniliti LIPI Sri Nuryati/RMOL

Politik

Peneliti LIPI: Syamsuddin Haris Akan Perkuat Kerja-kerja Penanganan Korupsi

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Peneliti senior LIPI Syamsuddin Haris yang dipercaya menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK, diyakini bakal memberikan kontribusi positif terhadap agenda pemberantasan korupsi di Indonesia.

Syamsuddin memiliki segudang pengalaman di bidang hukum dan politik yang ditelannya selama di LIPI.

Begitu disampaikan peneliti LIPI Sri Nuryati kepada wartawan seusai mengisi serial diskusi Populi Center bertajuk "Wajah Kita 2019", di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Sabtu (21/12).


"Saya pikir posisi Prof. Syamsudin Haris itu akan memperkuat penanganan kasus-kasus korupsi di Indonesia," ujar Sri.

Sosok Syamsuddin Haris sangat tepat menjadi Dewas KPK. Sebab, dia telah memahami betul dinamika internal lembaga antirasuah dan dinamika perpolitikan tanah air.

"Saya pikir beliau mempunyai inside lebih dalam mengenai lembaga KPK. Jadi setelah beliau terpilih menjadi Dewas ini proses penegakkan hukum dan penguatan KPK akan terjadi," tuturnya.

Secara keseluruhan, lanjut Sri, pihaknya meyakini orang-orang yang menjadi Dewas KPK yang dilantik, Jumat kemarin (20/12), akan membawa perbaikan bagi pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Menurut saya, (Dewas KPK) yang dipilih oleh Pak Jokowi adalah orang-orang yang mempunyai integritas baik dan kemampuannya baik," tutupnya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya