Berita

Menlu Retno Usai Penandatanganan bantuan Untuk Rohingya/Net

Politik

Indonesia Menjadi Negara Pertama Yang Berkontribusi Untuk Rohingya Lewat ASEAN

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 11:59 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kementerian Luar Negeri RI melakukan penandatanganan perjanjian hibah antara pemerintah Republik Indonesia dan ASEAN untuk "Pelaksanaan Hibah Repatriasi Pengungsi di Rakhine State, Myanmar" pada Jumat (20/12).

Ini merupakan bentuk implementasi yang nyata terkait repatriasi pengungsi Rohingya, yang sebelumnya telah direncanakan pada KTT ke-35 di Bangkok. Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi telah menyampaikan kembali komitmen Indonesia untuk menjadi bagian penyelesaian masalah yang ada di Rohingya.


"Kita tidak hanya menyampaikan statement komitmen, setelah itu kita lupa. Semua komitmen yang kita sampaikan secara lisan, kita tindak lanjuti," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada wartawan, Jumat (20/12).

"Kita tidak hanya menyampaikan statement komitmen, setelah itu kita lupa. Semua komitmen yang kita sampaikan secara lisan, kita tindak lanjuti," ujar Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kepada wartawan, Jumat (20/12).

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Deputy Secretary-General (DSG) of ASEAN for Community and Corporate Affairs, Mr. Robert Matheus Michael Tenne serta Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko, Bapak Luky Alfirman.

Sekjen ASEAN, Lim Jock Hoi menyampaikan bahwa pihaknya bersama dengan Menlu Retno sudah mendiskusikan hal ini dalam pertemuan mereka di Madrid beberapa waktu lalu.

"Saya juga berterimakasih kepada pihak Myanmar yang sudah mendukung proses repatriasi ini," ujarnya.

Dubes Myanmar untuk ASEAN turut melaporkan bahwa ini sejauh ini bantuan dari Indonesia merupakan kontribusi dari negara ASEAN pertama yang diberikan kepada sekretariat ASEAN untuk mengimplementasikan laporan dari PNA.

Menlu Retno mengakui bahwa rencana ini sudah ada sejak lama. Pada awal Desember 2019, pemerintah Indonesia berhasil menyerahkan bantuan kepada para pengungsi dalam bentuk bangunan rumah sakit.

Ia juga menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut tak semata-mata hanya menjadi fasilitas sebagai fasilitas bangunan kesehatan, namun juga bisa jadi tempat pengungsi berkontribusi dalam pembangunan ekonomi.

Selain itu, pihak pemerintah RI dan ASEAN juga menandatangani dokumen mengenai sokongan dana dari pemerintah sebesar Rp 7,5 M.melalui sekretariat ASEAN.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya