Berita

Mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Parlagutan Pulungan/Net

Hukum

Kasus Impor Gula, Mantan Dirut PTPN III Ngaku Dibantu Arum Sabil Beresi LHKPN

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 02:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Ada penggunaan uang yang diberikan Direktur Utama PT Fajar Mulia Transindo (FMT), Pieko Njotosetiadi kepada mantan Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) III, Dolly Parlagutan Pulungan untuk mengurus verifikasi Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke KPK.

Hal tersebut terungkap saat Jaksa KPK mencecar Dolly dalam sidang kasus suap impor gula yang digelar Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat (20/12).

"BAP apakah anda (Dolly) pernah meminta uang kepada Pak Pieko, bahwa benar saudara mengatakan Agustus ada undangan LHKPN KPK. Hubungan gimana dengan uang?" tanya jaksa saat sidang di Pengadilan Tipikor.


"Jadi kami memang ada urusan LHKPN, Pak Arum janji menyelesaikan tersebut," jawab Dolly.

Dolly mengaku kenal Pieko sebagai pedagang gula dan salah satu pengusaha yang membeli gula di PTPN dengan program penjualan kontrak jangka panjang. Adapun Arum Sabil yang disebut Dolly adalah pengurus Asosiasi Petani Tebu Rakyat. Dikatakan Dolly, Arum meminta uang kepada Pieko untuk mengurus masalah verifikasi LHKPN ke KPK.

"Iya membantu menyelesaikan masalah LHKPN," jelas Dolly.

Saat itu, kata Dolly, Arum menawarkan bantuan untuk mengurus verifikasi LHKPN dirinya yang bermasalah lantaran saldo rekeningnya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

"Rekening belum saya masukkan di LHKPN. Saya hanya sekitar 4 rekening. Pak Arum yang menawarkan jasa ke saya," lanjutnya.

Jaksa pun merasa heran hubungan antara Arum Sabil mengurus LHKPN dengan uang dari Pieko. Menjawab keheranan Jaksa, Dolly menyebutkan bahwa saat itu Arum ingin memberikan uang kepada seseorang untuk mengurus LHKPN. Namun Arum tidak menjelaskan kepadanya uang itu akan diberikan ke siapa.

"Pokoknya dia (Arum) ingin memberikan uang kepada seseorang, saya tanya siapa? Dijawab ndak usah tahu. Waktu itu saya tanya juga uang siapa? Dijawab ndak usah tahu," jelas Dolly.

Atas bantuan Arum itu, Dolly akhirnya mengetahui sumber uang yang diterima Arum dari Pieko sebesar 345 ribu dolar Singapura. Selain Pieko, dia menyebut Arum juga menerima uang dari para direksi PTPN.

"Iya pasti saya tahu ada uang dari direksi dan uang pribadi saya Rp 150 juta. Dan saya tahu uang 345 ribu dolar Singapura. Pak Arum sudah ketemu Pak Pieko dan bilang sudah selesai masalahnya. Ya sudah begitu," lanjutnya bersaksi.

Namun demikian, ia menyebut tak menerima uang itu langsung dai Pieko melainkan diterima dari mantan Direktur Pemasaran PTPN III, I Kadek Kertha Laksana.

"Uang langsung ke Franky, orangnya Pak Arum Sabil dan tidak sampai ke saya. Franky terima uang dari Pak Kadek," pungkasnya.

Dalam persidangan ini Pieko didakwa menyuap Dolly melalui I Kadek Kertha Laksana yang totalnya Rp 3,5 miliar. Saat kejadian, Kertha Laksana menjabat sebagai Direktur Pemasaran PTPN III.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya