Berita

Tumpak Hatorangan Panggabean/Net

Politik

Rekam Jejak Tumpak Bagus Tapi Tidak Menonjol Saat Pimpin KPK

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 20:41 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden Joko Widodo resmi melantik lima orang Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Negara, Jumat (20/12). Tumpak Hatorangan Panggabean dipilih Jokowi sebagai ketua.

Adapun empat orang lain yang menemani Tumpak, yakni mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar, hakim Alberthina Ho, peneliti senior LIPI Syamsudin Haris, dan Haryono.

Analis politik dari Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menaruh kepercayaan kepada Tumpak cs untuk mampu mengemban amanah menjadi Dewan Pengawas KPK.


“Tidak ada perasaan ekspresif, tetapi paling tidak kita harus memberikan kepercayaan pada Dewas untuk bekerja sesuai komitmen pemberantasan korupsi,” ujar Dedi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/12).

Dedi menilai rekam jejak Tumpak Hatorangan Panggabean sebagai jaksa dan pimpinan KPK memang bagus. Tapi dari sisi kinerja di KPK, utamanya saat jadi Ketua, Tumpak tidak terlalu menonjol.

“Tumpak cukup bagus dari sisi rekam jejak, meskipun memang tidak menonjol saat berada di KPK dulu,” tandasnya.

Tumpak memang pernah menjadi pimpinan KPK pada periode 2003 hingga 2007. Pria kelahiran Sanggau, Kalimantan Barat itu kemudian menjabat sebagai ketua KPK menggantikan Ketua KPK Antasari Azhar yang dinonaktifkan karena terlibat kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen pada tahun 2009.

Namun jabatan itu hanya seumur jagung. Di tahun 2010, Tumpak langsung digantikan oleh Busyro Muqoddas.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

UPDATE

Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan PTPN di Sei Mangkei

Kamis, 30 April 2026 | 22:15

Gubernur NTB Tolak Cabut Laporan Aktivis Kemanusiaan

Kamis, 30 April 2026 | 21:41

APBN Tekor Rp240,1 T, Kemenkeu Tiadakan Konferensi Pers

Kamis, 30 April 2026 | 21:37

DPR Soroti Peran Strategis Proyek Danantara bagi Industri dan Lapangan Kerja

Kamis, 30 April 2026 | 20:41

Sejarah Hari Pendidikan Nasional 2 Mei, Asal Usul dan Peran Ki Hadjar Dewantara

Kamis, 30 April 2026 | 20:21

Mitigasi Dampak Perubahan Iklim, PLN-UNOPS Dorong Utilisasi EBT Nasional

Kamis, 30 April 2026 | 20:16

Apa Itu Sinkhole yang Muncul Kebun Warga Gunungkidul Yogyakarta?

Kamis, 30 April 2026 | 19:46

Sejarah Outsourcing dari Zaman Kolonial hingga Jadi Tuntutan di Hari Buruh 2026

Kamis, 30 April 2026 | 19:32

Kebijakan Energi RI Terjebak Pola Pikir Jangka Pendek Menahun

Kamis, 30 April 2026 | 19:27

Komisaris PT Loco Montrado Dicecar KPK soal Pengembalian Kerugian Negara Rp100 Miliar

Kamis, 30 April 2026 | 19:25

Selengkapnya