Berita

Taufiequrachman Ruki/Net

Politik

Batal Jadi Dewas KPK, Mungkin Karena Taufiequrachman Ruki Mantan Anggota Polri

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 17:11 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Sebelumnya beredar luas, mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki yang akan diangkat Presiden Joko Widodo sebagai Ketua Dewan Pengawas (KPK) periode 2019-2023.

Saat kunjungan kerja di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jokowi mengatakan, ada tiga nama yang akan menduduki kursi Dewas KPK. Mereka adalah, Albertina Ho, Artidjo Alkostar dan Taufiequerachman Ruki.

"Itu tapi belum diputuskan loh ya," kata Kepala Negara, di Balikpapan, Rabu (18/12).


Namun, yang terlihat di Istana saat pelantikan Dewas KPK adalah mantan Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean.

Pegiat antikorupsi Ray Rangkuti mengatakan, jika memang Ruki dijanjikan masuk Dewas KPK lalu kemudian dibatalkan. Maka, Jokowi telah membuat masalah di awal perjalanan Dewas KPK.

"Kalau sudah dijanjikan dan last minute diganti kan masalah," kata Ray kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (20/12).

Ray menduga dicoretnya Ruki karena latar belakang karirnya di Polri. Ruki adalah purnawirawan Polri dengan pangkat inspektur jenderal.

Bukan tanpa alasan, sambungnya, polisi Ketua KPK Firli Bahuri yang juga berlatar belakang Polri, bisa jadi tendensi lain seandainya Ruki juga dilantik di KPK.

"Mungkin Pak Jokowi mengambil keputusan itu karena mulai banyaknya anggota Polri masuk institusi publik," tutup Ray.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya