Berita

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi/Net

Politik

Bantu Pengungsi Rohingya, Indonesia Bentuk Badan Satuan Tugas

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 16:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Indonesia selalu berkomitmen terhadap isu kemanusiaan dan perdamian dunia, terutama bila terjadi di kawasan.

Hal tersebut lah yang membuat Indonesia aktif untuk menyelesaikan persoalan pengungsi Rohingya yang saat ini sebagian besar berada di Coxs Bazar, Bangladesh.

Salah satu langkah yang dilakukan Indonesia adalah dengan membuat sebuah badan ad hoc task force atau satuan tugas sementara yang berfungsi untuk memantau implementasi Plenary Need Assessment (PNA) guna merepatriasi displaced person atau pengungsi.


Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, sejauh ini Indonesia bekerjasama dengan ASEAN sudah mengirim dua tim ke Cox's Bazar.

"Dan tim hari ini sedang menuju kembali, jadi saya masih menunggu informasi laporan mereka seperti apa," ujar Retno di kantornya, Jalan Pejambon, Jakarta, Jumat (20/12).

Tim pertama sendiri telah dikirim pada 27 hingga 29 Juli lalu. Sementara tim kedua pada 17 hingga 20 Desember.

Jika tim ini sudah menyelesaikan tugasnya, lanjut Retno, maka ada tiga elemen rekomendasi lanjutan.

"Pertama, meningkatkan kapasitas di pusat-pusat penerimaan dan juga transit area," terang Retno.

Selanjutnya adalah memperkuat diseminasi informas untuk membangun confidence terutama bagi pengungsi. Dan terakhir adalah memberikan dukungan pelayanan dasar yang sifatnya long term seperti pendidikan, kesehatan, pengadaan air bersih dan sebagainya.

"Untuk long term dapat dimitrakan dengan negara-negara lain di luar ASEAN," pungkas Retno.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya