Berita

Syamsudin Haris jadi salah satu anggota Dewas KPK/Net

Politik

Datangi Istana, Artidjo Dan Syamsudin Tunggu Dilantik Jadi Dewas KPK

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 13:39 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Seperti yang sudah banyak diduga sebelumnya, Artidjo Alkostar dan Syamsuddin Haris bakal jadi anggota Dewan Pengawas KPK. Keduanya sudah hadir di Istana Negara, Jumat siang (20/12).

Peneliti LIPI, Syamsuddin Haris yang tiba lebih dulu di Istana menyebut baru mendapat undangan untuk dilantik sebagai Dewas KPK tadi malam. Dia mengaku menerima tawaran Presiden Joko Widodo karena ingin memperkuat komisi antirasuah.

"Bagaimanapun tanpa pemerintahan yang bersih, kita tidak bisa meningkatkan daya saing. Kita tidak bisa mengundang investor. Kita tidak bisa melanjutkan pembangunan untuk Indonesia lebih baik," ucap Syamsuddin kepada wartawan di Istana.


Tak berapa lama, mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar tiba di tempat yang sama. Sosok yang dikenal keras dan tegas kepada koruptor ini siap mendukung seluruh upaya KPK dalam memberantas korupsi.

Berbeda dengan Syamsuddin, Artidjo mengaku sudah dihubungi beberapa hari lalu untuk menjadi anggota Dewas KPK.

"Panggilan Republik ini, saya tidak boleh egoistis, mungkin kepentingan saya tapi kan kalau itu diperlukan kan negara perlu kita bantu. Negara ini kan negara kita bersama," tegasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya