Berita

Diskusi DPP KNPI refleksi akhir tahun 2019/RMOL

Politik

DPP KNPI: Persoalan Uighur Bukan Isu Agama, Tapi Terorisme dan Radikalisme

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 03:56 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Prahara tentang dugaan penindasan terhadap muslim etnis Uighur menjadi satu isu yang terus menjadi bahan perbincangan berbagai pihak.  

Persoalan ini akhirnya masih menjadi isu yang belum diketahui kebenarannya karena muncul beragam wacana yang berbeda.

Seperti Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), yang turut menyoroti terkait isu kemanusian ini.


Menurut Sekretaris Jenderal (Sekjen) KNPI Addin Jauharuddin, masalah Uighur harus diperlakukan secara bijak.

Seringkali, kata Addin, persoalan Uighur ini dilarikan kepada isu agama, bukan kepada isu terorisme dan radikalisme.

"Jadi, kira-kira isu ini tentu bisa berdampak kemana-mana kalau tidak cerna dengan baik. Apalagi medsos (media sosial) di Indonesia kan sudah sangat liar sebenarnya," ujarnya dalam acara Refleksi Akhir Tahun 2019 KNPI dengan tema 'Antara Pelanggaran Versus Separatisme', di Gedung RRI, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (19/12).

Untuk memperjelas masalah Uighur ini, lanjut Addin, informasi yang berimbang mesti dimunculkan.

Oleh karenanya, KNPI sebagai wadah organisasi pemuda bakal berusaha mengkaji persoalan Uighur untuk kemudian menyampaikan informasi yang sebenarnya.

Alhasil, dalam diskusi yang diadakan siang tadi dan dihadiri oleh Staf Khusus Wakil Presiden RI Robikin Emhas, hingga Staf Khusus Menteri Luar Negeri Dewi Safitri Wahab, menyimpulkan bahwa persoalan Uighur adalah isu terorisme dan radikalisme, bukan isu agama.  

"Dipaparkan oleh beberapa narasumber memang ini sebenarnya bukan isu agama tapi isu lebih kepada soal aksi-aksi terorisme san radikalisme yang berkembang di sana," sebut Addin.

"Apa buktinya? Buktinya adalah di China itu ada 30 juta penduduk Muslim. Dan dari 30 juta itu bukan hanya etnis Uighur, tapi tersebar dari berbagai macam etnis. Dan tempat-tempat ibadah, masjid, musholah kita tersebar di seluruh negeri China," pungkasnya. 

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya