Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Arief Poyuono: Usut Kasus Dugaan Mega Korupsi PT Jiwasraya, Jaksa Agung Harus Gandeng KPK

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 23:25 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

RMOL.  Jaksa Agung ST Burhanuddin memastikan adanya praktik korupsi di perusahaan BUMN PT Jiwasraya dan menaksir angka kerugian negara sekitar Rp 13,7 triliun.

Menariknya, salah satu anggota dewan direksi Jiwasraya di era itu adalah Hari Prasetyo. Hari menjabat sebagai direktur keuangan Jiwasraya. Dia saat ini menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama Kedeputian III Bidang Kajian dan Pengelolaan Isu-isu Ekonomi Strategis pada KSP.

Ketua Umum FSP BUMN bersatu, Arief Poyuono meminta KPK melakukan supervisi terhadap Kejaksaaan Agung yang saat ini menyidik kasus dugaan mega korupsi di PT Jiwasraya. Diduga modusnya investasi saham tetapi saham yang diborong adalah saham sampah.


Arief mengatakan, seluruh mantan direksi yang sudah membangkrutkan negara harus segera diproses, termasuk mantan direktur yang saat ini mengisi kursi penting di Kantor Staf Presiden di bawah kepemimpinan Moeldoko.

"Dan perlu diselidiki juga sampai mantan Direktur Jiwasraya yang sudah membangkrutkan negara bisa jadi staff di KSP siapa yang mengusulkan pasti ada benang merah dengan pembobolan Jiwasraya tersebut . KPK sebaiknya melakukan supervisi terhadap kejaksaan Agung yang sedang menyidik," demikian kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/12).

Lebih lanjut Wakil Ketua Umum Gerindra itu juga meminta aparat penegak hukum melacak apakah ada keterkaitan dana Jiwasraya dibobol untuk dana pemenangan Pilpres 2019.

"Perlu diselidiki juga sampai Mantan Direktur Jiwasraya yang sudah membangkrutkan negara bisa jadi staf di KSP siapa yang mengusulkan pasti ada benang merah dengan pembobolan Jiwasraya tersebut," kata Arief. 

Arief mencontohkan, pembelian saham Tramp yang dibeli Jiwasraya hingga negara rugi trilyunan. Dia meminta sang pemilik perusahaan emiten Tramp, Heru Hidayat segera diperiksa.

"Kejaksaan Agung harus memeriksa pemilik perusahaaan emiten Tramp yaitu heru Hidayat. Dan bila Ada cukup bukti mengarah ketindak Pidana segera Aja di tahan agar jangan sampai kabur ke luar negeri," pungkas Arief.

Aparat penegak hukum kata Arief harus cermat dan berhati-hati dalam mengusut kasus ini. Menurutnya, perlu dipikirkan bagaimana penegekan hukum tidak mempengaruhi pasar keuangan dan perbankan di Indonesia.

"Krisis keuangan Jiwasraya berakibat sistemik ke perbankan karena Ada bank BTN Dan BRI serta bank swasta yang menjual produk produk Jiwasraya," demikian kata Arief.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya