Berita

Nadiem Makarim/Net

Politik

Nadiem Kebobolan Dalam Menghapus Ujian Nasional

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 21:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kebijakan kontroversial Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang menghapus Ujian Nasional atau UN kembali mendapat kritik dari anggota DPR RI.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Zainuddin Maliki mengatakan, Nadiem masih kebobolan karena tidak memasukan satu aspek penting di dalam 3 aspek penilaian atau asesmen pengganti UN.

Zainuddin menyebutkan, 3 aspek asesmen yang dibuat Nadiem seperti, kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter masih belum lengkap.


Satu hal yang dilupakan Nadiem adalah aspek psikomotorik. Menurutnya, aspek tersebut penting dalam proses penilaian hasil belajar siswa dengan dipadukan kognitif dan afektif.

"Kita lihat literasi itu kognitif, numerasi itu kognitif, survei karakter itu afektif, psikomotoriknya mana? Enggak ada," ujar Zainuddin dalam diskusi bertema 'Indonesia Maju; Kehidupan Bangsa Nan Cerdas', di Jalan Warung Jati Timur, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

Pentingnya aspek psikomotorik itu justru disepelekan oleh mantan CEO Gojek itu. Padahal guna menunjang siswa yang baik perlu melengkapi tiga hal di atas, yakni psikomotorik, kognitif, dan afektif.

Bahkan lemahnya psikomotorik ia contohkan saat Indonesia melawan Vietnam dalam sepak bola SEA Games kemarin.

"Akhirnya sebagai contoh, kemarin kita kalah 0-3 dari Vietnam, di Sea Games," tandasnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya