Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Din Syamsuddin: Yang Tidak Suka Dewas KPK Ya Jadi Presiden Saja

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 21:03 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Lima orang Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang ditunjuk Presiden Joko Widodo akan dilantik pada 20 Desember 2019 bersama dengan satu Ketua dan empat orang Komisiner KPK.

Mantan Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin mengatakan, pemilihan dan penunjukan Dewas KPK beserta pimpinan KPK merupakan hak prerogatif Presiden.

Oleh karenanya, jika ada pihak-pihak yang mempertanyakan kualitas dari Dewas dan pimpinan KPK terpilih, Din menyarankan agar pihak-pihak tersebut menduduki kursi RI 1.


"Jadi siapapun yang diangkat, jangan menggugat. Kalau tidak setuju, jadilah Presiden," kata Din saat ditemui di kantor Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju, Jalan Warung Jati Timur, Pejaten, Jakarta Selatan, Kamis (19/12).

Namun demikian, masyarakat berwenang mengkritisi kinerja KPK jika membelot dari semangat pemeberantasan korupsi yang telah diatur di dalam Undang-Undang.

Sebab menurut Din, pada periode kepemimpinan KPK sebelumnya, terdapat unsur tebang pilih dalam hal penindakan. Sehingga, kasus-kasus besar yang seharusnya sudah bisa diselesaikan KPK, hingga saat ini belum selesai.

"Banyak kasus lama yang besar belum bisa diungkap. Banyak yang sudah dibuka seperti dari BPK tidak ditindaklanjuti," sesalnya.

Lebih lanjut, mantan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berharap, Dewas KPK terpilih bisa menggunakan wewenang pengawasannya dengan tanpa memihak kepada pihak-pihak yang melakukan korupsi.

"Kita hanya berpesan jangan sampai pemberantasan korupsi itu mengendur, jangan sampai berkurang, sementara korupsi semakin merajalela," pungkas Din.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya