Berita

Politisi Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir (kemeja hitam)/RMOL

Politik

Hanura: Omongan Luhut Sama Saja Sebut Jokowi Enggak Kerja

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 16:48 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan soal PT Pertamina (Persero) sumber kekacauan justru dimaknai sebagai penyudutan terhadap Presiden Joko Widodo.

Menurut politisi Partai Hanura, Inas Nasrullah Zubir, pernyataan Luhut secara tidak langsung menyebut Jokowi gagal membenahi Pertamina periode pertama.

"Pernyataan Pak Luhut ini sama saja mendiskreditkan, memojokkan Pak Jokowi, seolah-olah lima tahun lalu, periode yang lalu Pak Jokowi enggak bisa ngapa-ngapain," ujar Inas dalam diskusi bertema "Pertamina Sumber Kekacauan?!" di Resto Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Kamis (19/12).


"Pak Jokowi (seolah) enggak bisa men-drive anak buahnya untuk membenahi Pertamina, itu yang terjadi pada perkataan Pak Luhut," katanya menambahkan.

Inas mengingatkan, sebagai pembantu presiden sejak periode pertama, Luhut seharusnya dapat membantu Jokowi membenahi kekacauan Pertamina sebagaimana yang dia katakan.

"Lima tahun kalau dia menganggap Pak Jokowi enggak bisa membenahi Pertamina, untuk apa Pak Luhut jadi anak buahnya Pak Jokowi? Ngapain juga Pak Luhut selama lima tahun lalu, kan gak jelas," sindirnya.

"Kalau mengatakan kekacauan di Pertamina, harusnya lima tahun sudah cukup waktu membenahi Pertamina," tandasnya.

Dalam forum diskusi tersebut, turut hadir pula beberapa tokoh dan politisi, yakni peneliti Indef, Abra Talottov; Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie Massardi; mantan Sekmen BUMN, Said Didu; pengamat energi, Ugan Gandar; dan peneliti Iress, Marwan Batubara.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya