Berita

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini/Ist

Politik

Bela Negara Harus Diperkuat Di Tengah Beratnya Tantangan Bangsa

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 15:23 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Semangat bela negara perlu ditanamkan di tengah tantangan bangsa yang semakin berat.

Menurut Ketua Fraksi PKS DPR, Jazuli Juwaini, hal itu sebagaimana pemerintahan Soekarno-Hatta mendirikan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Bukit Tinggi Sumatera Barat pada 19 Desember 1948 saat kondisi genting, yang kini dikenal sebagai Hari Bela Negara.

"Bela negara itu tanggung jawab kita sebagai rakyat dan warga negara, bukan hanya domain militer atau angkatan bersenjata. Rakyat menjadi komponen penting dan strategis dalam bela negara," kata Jazuli dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (19/12).


Menurutnya, setiap perbuatan dan tingkah laku harus mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan, toleransi dan kebhinnekaan, semangat saling menghargai dan gotong royong, bukan sebaliknya. Hal itu sebagai cerminan penghargaan kepada para pejuang bangsa.

"Negara ini dibangun dan dipertahankan susah payah oleh para pejuang seperti Mr. Syafrudin Prawiranegara saat kondisi terjepit membentuk PDRI untuk melawan opini penjajah Belanda bahwa pemerintah Indonesia telah bubar. Langkah itu mengantarkan kemenangan kita dalam perundingan yang membuat penjajah hengkang kaki dari Indonesia," kata Jazuli.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua pihak mengokohkan Pancasila sebagai dasar dan nilai utama dalam bela negara.

"Jadi intinya kita bisa melakukan bela negara dengan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, menjadi warga negara yang bertanggung jawab dengan mengamalkan nilai-nilai Pancasila secara baik dan konsekuen," tegas Jazuli.

Di sisi lain, saat ini bangsa Indonesia tengah dihadapkan dengan berbagai tantangan, baik yang terlihat maupun kasat mata seperti pergesaran nilai, budaya, pelemahan karakter.

"Semangat dan kesadaran bela negara harus semakin kuat kita tanamkan kepada generasi bangsa. Penanaman ini harus didesain melalui sistem pendidikan dan pelatihan, salah satunya dengan menyegarkan kembali materi Pendidikan Moral Pancasila (PMP) dan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB)," pungkas Jazuli.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya