Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Kesal Soal Impor, Jokowi Tidak Sadar Memaki Dirinya Sendiri

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 12:30 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pernyataan Presiden Jokowi yang mengaku kesal lantaran Indonesia terus mengalami defisit neraca perdagangan dan neracara transaksi berjalan. Pasalnya, kekesalan Jokowi itu akibat kebijakan impor lebih besar daripada ekspor.

Direktur Eksekutif Center for Social Political, Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun mengatakan, Jokowi seolah memaki dirinya sendiri lantaran kesal dengan kinerja Kabinet Kerja periode 2014-2019 yang dia pimpin bersama Jusuf Kalla.

Hal itu disinyalir akibat Jokowi tidak begitu menghiraukan kebijakan impor yang 'ugal-ugalan' saat periode pertamanya.


"Telat marahnya, lima tahun kemana saja Presiden Jokowi? Itu menunjukan kegagalan Jokowi mengatasi defisit neraca perdagangan. Betul (Jokowi periode kedua kesal dengan Jokowi di perode pertama)," kata Ubed saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/12).

Menurut Ubed, kegagalan pemerintah dalam mengantisipasi defisit neraca perdagangan dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) per November 2019 yang cenderung negatif. Neraca perdagangan tercatat rugi atau tekor sekitar 1,33 miliar dolar AS.

Angka tersebut berasal dari ekspor November 2019 sebesar 14,01 miliar dolar AS dan impor sebesar 15,34 miliar dolar AS.

"Dengan total nilai impor 15,34 miliar dolar AS, maka dibandingkan Oktober 2019 impor naik 3,94 persen. Peningkatan impor terjadi baik di komoditas migas maupun non migas. Jokowi mulai emosional merespon keadaan ini?" ujar Ubed heran.

Presiden Jokowi sebelumnya mengaku kesal dengan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) dan defisit neraca perdagangan. Defisit tersebut disebabkan Indonesia doyan impor.

"Kita ini berpuluh tahun memiliki masalah besar yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan gara-gara impor kita lebih besar dari ekspor kita. Dikit-dikit ngimpor, dikit-dikit ngimpor," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin lalu (16/12).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya