Berita

Peneliti senior Indef, Didik J. Rachbini/RMOL

Politik

Neraca Dagang Anjlok, INDEF: Kabinet Jokowi Miskin Strategi

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 23:57 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden Joko Widodo mulai sewot ke jajaran kabinetnya, karena neraca perdagangan Indonesia kembali tekor hingga 1,3 miliar dolar Amerika Serikat pada November 2019 ini.

Hal ini berbanding terbalik dengan perolehan bulan lalu yang surplus atau untung 161 juta dolar Amerika Serikat.

Kegalauan Jokowi, panggilan akrab Presiden Joko Widodo, ini ditanggapi oleh peneliti senior Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Didik J Rachbini.


Didik mengatakan bahwa pernyataan Jokowi soal tekor neraca dagang dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, di Istana kemarin, lantaran jajaran kabinet Indonesia Maju miskin strategi.

"Sekarang kenapa negatif, ini pertama tidak punya strategi. Dan karena tidak punya strategi maka jebol seperti sekarang (neraca dagang)," ujarnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (18/12).

Dampak dari miskinnya strategis ini, diungkapkan Didik, dapat dilihat dari nilai ekspor yang terus jeblok pada Kuartal III 2019.  

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor kita pada bulan November kembali turun sebesar 6,17 persen dari bulan Okteber lalu.

Sehingga, lanjut Didik, Jokowi sudah semestinya menuntut jajaran menteri terkait menyiapkan strategi jitu, guna meningkatkan neraca perdagangan dalam negeri.

"Kalau tidak punya strategi maka hasil dari ekspor, maksimalisasi ekspor untuk memperoleh devisa itu tidak akan maksimal," ujar Didik.

"Sehingga kalau Pak Jokowi sedang ketar-ketir ya harusnya jangan hanya marah atau jengkel begitu, tapi meminta strategi apa yang akan dilakukan oleh menterinya, sehingga kita itu bisa berjalan," dia menambahkan. 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya