Berita

Mantan Sekretaris BUMN, Said Didu/RMOL

Bisnis

Said Didu: Masalah Jiwasraya Sudah Selesai Tahun 2009, Muncul Lagi Di Era Jokowi

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 21:51 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fakta berbeda terkuak usai pernyataan Presiden Joko Widodo menyalahkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Pernyataan Presiden Joko Widodo soal PT Asuransi Jiwasrasa berbanding terbalik dengan fakta yang diungkap mantan Sekretaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Said Didu.

Jokowi sebelumnya menuding perusahaan plat merah ini sudah bermasalah sejak 10 tahun silam, atau di era pemerintahan SBY. Namun menurut Said, di tahun itu Jiwasraya justru telah melunasi utangnya.


"Sekadar meluruskan, pemerintahan SBY menerima masalah Jiwasraya dari dampak krisis 1998 dengan utang sekitar Rp 6 triliun dan semua selesai oleh Jiwasraya tahun 2009," kata Said Didu di akun twitternya, Rabu (18/12).

Tak hanya melunasi utang 'warisan', Jiwasraya di era SBY juga mampu mendapat laba.

"Sejak itu (2009), Jiwasraya memperoleh laba sampai 2017. Masalah muncul 2018 dan 2019 dan saat ini defisit Rp 30 triliun lebih," sambungnya.

Beberapa data tersebut juga turut dicantumkan dalam website resmi milik Jiwasraya. Oleh karenanya, Said Didu justru heran pencapaian di masa kepemimpinan SBY malah jeblok saat diteruskan oleh Presiden Jokowi.

"Laporan keuanga Jiwasraya tahun 2017 untung Rp 2 triliun lebih, tahun 2019 kok langsung defisit sekitar Rp 32 triliun? Artinya masalah terjadi di 2018/2019 atau ada rekayasa keuangan pada tahun 2016/2017?" tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya