Berita

Syamsuddin Haris/RMOL

Politik

Syamsuddin Haris: Aklamasi Tanda Ketidakberdayaan Kader Pada Satu Figur

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 14:21 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Pemilihan ketua umum partai politik yang dilakukan dengan mekanisme aklamasi adalah salah satu bentuk ketidakberdayaan publik yang menjadi kader partai tersebut.

Demikian disampaikan peneliti senior LIPI Syamsudin Haris dalam diskusi akhir tahun FISIP UIN Syarif Hidyatullah Jakarta "Partai Politik Dan Kecenderungan Politik Oligarki", di Auditorium Bahtiar Effendy, FISIP UIN Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (18/12).

Syamsuddin menyebutkan bahwa ketika publik sudah tidak berdaya menghadapi satu figur. Maka, figur itulah yang akan mengendalikan satu partai.


"Fenomena partai politik yang masih memilih ketum yang menguasai sumber daya itu adalah refleksi dari ketidakberdayaan publik," ujar Syamsuddin.

Bermula dari aklamasi itulah, lanjt Syamsuddin, kemudian menjadi bibit awal dari lahirnya dinasti yang sangat berdampak buruk.

"Bukan hanya kehidupan parpol itu sendiri menjadi tidak sehat, tapi juga demokrasi kita sehingga yang muncul kemudian adalah politik dinasti," tukasnya.

Hadir juga sebagai pembicara dalam diskusi itu, Dekan FISIP UIN Jakarta Ali Munhanif, dan dosen Universitas Gajah Mada, Kuskrido Ambardi.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya