Berita

Benih lobster/Net

Politik

Iwan Sumule: Permen Susi Bukan Hanya Menyengsarakan, Tapi Mematikan Nelayan

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 09:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Nasib nelayan di Semeulue, Aceh sudah susah sebelum peraturan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) era Susi Pudjiastuti terbit.

Mereka umumnya membudidayakan lobster. Sementara untuk menjual lobster ke Aceh, para nelayan mengalami kesulitan karena transportasi yang sulit.

“Ke Aceh saja butuh waktu seminggu,” terang Ketua DPP Partai Gerindra Iwan Sumule kepada wartawan, Rabu (18/12).


Kesengsaraan mereka semakin menjadi setelah Susi menerbitkan Permen Kelautan dan Perikanan 56/2016. Tegas tertulis dalam pasal 7 ayat 1 bahwa setiap orang dilarang menjual benih lobster untuk budidaya.

Menurutnya, kebijakan ini seperti sedang membunuh para nelayan budidaya lobster agar bisa monopoli. Sebab, nelayan tidak hanya dilarang untuk melakukan ekspor, tapi juga tidak diperkenankan menangkap benih lobster untuk dibudidayakan.

“Benih lobster hanya dibiarkan hidup alami di laut, nanti setelah besar baru boleh ditangkap,” urai Iwan sumule.

Padahal, sambungnya, ada data yang menyebut bahwa benih lobster yang dibiarkan hidup alami tanpa budidaya hanya memiliki harapan hidup sebesar 1 persen.

“Jadi kebijakan ini bukan saja menyengsarakan nelayan budidaya, tapi mematikan,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya