Berita

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA), Nasruddin Bahar/RMOL

Nusantara

Aceh Belum Layak Dapat Anugerah Keterbukaan Informasi Publik

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 18:03 WIB | LAPORAN: AZHARI USMAN

Anugerah keterbukaan informasi publik tahun 2019 kategori Badan Publik Pemerintah Provinsi Kualifikasi Menuju Informatif dari Komisi Informasi (KI) RI kepada Pemerintah Aceh memicu pertanyaan publik. Pasalnya, Pemerintah Aceh dinilai masih belum transparan soal mengelola informasi bagi khalayak ramai.

Koordinator Lembaga Pemantau Lelang Aceh (LPLA), Nasruddin Bahar menilai ada beberapa faktor yang belum dipenuhi Pemerintah Aceh untuk mendapatkan penghargaan tersebut.

Di antaranya, kurangnya pengembangan sistem IT (informasi dan teknologi), penyebaran informasi terkait kebijakan juga program-program strategis, serta fasilitas pelayanan pengaduan masyarakat yang belum memadai.


“Anehnya KI RI memberikan penghargaan pada Pemerintahan Aceh. Hal ini bertolak belakang dengan apa yang dirasakan oleh masyarakat yang belum bisa mengakses langsung sistem informasi dan layanan yang dapat menampung aspirasi dan keluhan mereka,” tegas Nasruddin Bahar kepada Kantor Berita Politik RMOL di Banda Aceh, Selasa (17/12).

Menurut Nasruddin, jika dibandingkan dengan Pemerintah Aceh, justru beberapa kabupaten dan kota di Aceh lebih maju dalam mengelola informasi publik. Seperti informasi tentang pencairan dana kegiatan proyek dalam bentuk SP2D pada Dinas Keuangan Kabupaten dan Kota. Sementara, Pemerintah Aceh belum melayani informasi tersebut.

“Seharusnya ini disediakan untuk memudahkan rekanan dalam mengakses pencairan dana. Justru itu tidak ada. Sedangkan di beberapa kabupaten dan kota itu sudah ada. Makanya, saya menilai yang pantas mendapatkan penghargaan itu justru kabupaten dan kota,” ungkap Nasruddin.

Begitu pula di beberapa Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) yang belum sepenuhnya menyediakan informasi publik secara utuh. Sebut saja di Dinas Pendidikan Aceh yang tidak menulis secara lengkap terkait pengadaan meubelair sekolah yang nilainya hampir Rp 100 miliar.

“Pengadaan meubelair tidak ditulis untuk sekolah mana. Ini menjadi penting untuk menghindari praktik tumpang tindih pengadaan. Waktu kita minta data tak pernah diberikan dengan berbagai alasan,” papar Nasruddin.   

Nasruddin pun meminta Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah untuk konsisten dengan perkataannya dan segera memerintahkan seluruh pejabat SKPA agar memberikan seluruh informasi yang dibutuhkan masyarakat sehingga tak ada lagi kecurigaan terhadap pemerintah.  

“Masih banyak yang harus diperbaiki ke depannya oleh Plt (Nova Iriansya). Kejadian ratusan SPM (Surat Perintah Membayar) dari bendahara keuangan di Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Aceh yang sempat heboh juga karena tidak terbukanya informasi publik. Ini agar tidak terjadi kembali,” harap Nasruddin.

Terpisah, Kepala Dinas Kominikasi, Informatikan dan Persandian Aceh, Marwan Nusuf menegaskan Pemerintah Aceh sangat berkomitmen untuk terus memenuhi kewajiban yang diamanahkan oleh UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik.

“Bapak Plt Gubernur Aceh juga senantiasa mendorong penyediaan informasi yang makin bermanfaat bagi masyarakat, sehingga tidak hanya bagus di aksesnya tapi juga bagus di kualitas informasinya,” harap Marwan Nusuf.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya