Berita

Menkumham Yasonna Laoly di Conference of State Parties (CoSP) United Nations Convention Against Corruption (UNCAC)/Ist

Dunia

Di Konferensi PBB, Menkumham Tegaskan Komitmen Indonesia Perangi Korupsi

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 14:48 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI, Yasonna Laoly menghadiri Konferensi Negara Pihak dari Konvensi Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antikorupsi atau Conference of State Parties (CoSP) United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 16-20 Desember 2019.

CoSP UNCAC merupakan pertemuan 2 tahunan antarnegara yang menandatangani dan meratifikasi UNCAC. Konferensi tahun ini mengusung tema 'bersatu melawan korupsi' dan merupakan konferensi yang ke-8 sejak diselenggarakan pertama kali pada tahun 2006 di Amman, Yordania.

Konferensi tingkat tinggi ini dihadiri sekitar 186 negara, observer dari organisasi internasional serta NGO ini. di kesempatan itu pula Menkumham menyampaikan komitmen dukungan terhadap posisi bersama Asia-Pasifik, gerakan Nonblok dan 77 grup dalam memerangi tindak pidana korupsi.


Tak hanya itu, ia juga menyinggung perkembangan penegakan hukum di Tanah Air, seperti halnya penyelesaian Rancangan Undang-Undang tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP) yang akan menggantikan KUHP peninggalan masa kolonial.

"RUU KUHP disusun secara demokratis dengan mendengarkan masukan dari seluruh elemen masyarakat, sehingga KUHP yang baru merupakan representasi kehendak seluruh rakyat Indonesia," ujar Yasonna dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (17/12).

Di forum tersebut, Yasonna juga menjelaskan soal UU 19/2019 Perubahan atas UU 30/2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru saja ditetapkan pemerintah sebagai upaya meningkatkan efektivitas pencegahan tindak pidana korupsi, temasuk sejumlah ketentuan baru yang tertuang dalam UU perubahan.

"Dalam kerangka penegakan hukum, khususnya terkait kejahatan transnasional, Indonesia menekankan pentingnya kerja sama internasional termasuk mengenai pemulihan aset," sambungnya.

Saat ini, lanjut Yasonna, tantangan yang dihadapi adalah kurangnya dukungan dan kemauan politik, perbedaan sistem hukum, dual criminality dan keterbatasan waktu yang dihadapi oleh negara peminta bantuan kerja sama untuk menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang asetnya dilarikan ke negara tersebut.

"Untuk itu, kami mengajak masyarakat internasional dan negara-negara pihak konferensi melakukan kerja sama secara lebih efektif dalam melaksanakan komitmen sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi UNCAC," tandasnya.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya