Berita

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi/Kemlu

Politik

Di Spanyol, Menteri Retno Temui Menlu China Bahas Investasi Hingga Uighur

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 09:05 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pertemuan rutin para menteri Asia dan Eropa dalam Asia Europe Meeting Foreign Minister Meeting (ASEM FMM) ke-14 di Madrid, Spanyol turut dimanfaatkan untuk melakukan pertemuan bilateral.

Seperti yang dilakukan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi yang bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela pertemuan pada Senin (16/12).

Pertemuan ini merupakan kali ketiga bagi keduanya dalam 2019, angka yang menunjukan tingginya intensitas hubungan kedua negara.


Menjelang tahun 2020 sekaligus 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan China, keduanya mengungkapkan akan meningkatkan kerja sama dari berbagai sektor. Wang bahkan berencana untuk berkunjung ke Indonesia pada awal tahun tersebut.

"Tahun 2020 yang merupakan perayaan 70 tahun hubungan RI-Republik Rakyat Tiongkok (China) menjadi momentum penting bagi penguatan Kemitraaan Strategis Komprehensif RI-RRT," ujar Retno.

Dengan kemitraan strategis, diharapkan agar Indonesia dan China dapat menciptakan integrasi ekonomi di kawasan yang bersifat win-win.

Pada 2018 saja, total nilai perdagangan Indonesia dan China mencapai 72,6 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 1.017 triliun (Rp 14.012/dolar AS).

Tidak hanya itu, China juga merupakan investor asing ketiga terbesar bagi Indonesia dengan nilai investasi pada 2018 mencapai 2,3 miliar dolar AS atau Rp 32 triliun.

Selain ekonomi, Retno juga mengapresiasi bantuan pemerintah China atas dipulangkannya 20 WNI yang menjadi korban skema pengantin pesanan sejak September lalu. Retno juga berharap kerja sama penanganan pedagangan manusia kedua negara dapat ditingkatkan.

Sementara itu, di akhir pertemuan, Retno juga meminta informasi perkembangan situasi di Xinjiang dan menegaskan komitmen Indonesia untuk mengedepankan kebebasan beragama serta dijamin oleh negara.

Saat ini sendiri di Indonesia, kasus yang menimpa Muslim Uighur di Xinjiang begitu mendapat banyak perhatian. Isu mengenai China yang berusaha membungkam ormas-ormas Islam di Indonesia menjadi polemik dalam sebuah artikel berjudul “How China Persuaded One Muslim Nation to Keep Silent on Xinjiang Camps“ yang diterbitkan The Wall Street Journal baru-baru ini.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya