Berita

Jack Ma meyakinkan, universitas tidak menjamin sebuah pekerjaan/Net

Bisnis

Jack Ma: Gelar Sarjana Tak Lebih Dari Kuitansi Pembayaran Uang Sekolah

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 06:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Siapa yang tak mengenal Jack Ma, biliuner pendiri Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar dari Tiongkok ini?

Kini, selepas pensiun, Jack Ma fokus di bidang pendidikan. Menurutnya, dunia saat ini berubah dengan sangat cepat namun tidak demikian halnya dengan pendidikan.

Jack Ma mengemukakan formula pendidikan unik ala dirinya yang fokus bukan pada kurikulum dan akuntabilitas, melainkan pada kapasitas siswa dalam mencintai, mengutip Quartz.


"Jika ingin sukses, kalian harus punya EQ tinggi, cara untuk bergaul dengan orang lain. Jika tidak ingin cepat kalah, kalian harus punya IQ yang bagus. Namun jika ingin dihargai, kalian harus punya LQ alias Love Quotient. Otak akan digantikan mesin, tapi mesin tidak akan bisa menggantikan hati kalian," kata Jack Ma saat berbicara di konferensi OECD beberapa waktu lalu.

Jika sistem pendidikan hanya fokus pada standardisasi, menurut Jack Ma, semuanya dapat dengan mudah digantikan oleh mesin.
Jack Ma menyarankan agar para orang tua dan pendidik menginvestasikan waktu lebih banyak saat anak usia dini. Ini adalah masa di mana anak-anak membangun keterampilan dan nilai-nilai. Taman kanak-kanak dan sekolah dasar memiliki pengaruh luar biasa untuk membentuk anak-anak. Jack Ma menganjurkan untuk memberi dukungan lebih kuat pada para guru.

"Jika kita menghormati guru, kita menghargai pengetahuan, dan kita menghormati masa depan. Tingkatkan gaji mereka dan bantu kepala sekolah dengan pelatihan kepemimpinan. 60 persen guru meninggalkan profesi mereka karena tidak menyukai kepala sekolahnya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa dunia pendidikan perlu mengubah indikator performa yang biasanya dilakukan lewat ujian.

Jack Ma pernah menjadi pengajar, saat itu ia sering bertanya kepada para siswa mengapa mereka belajar sangat keras saat akan ujian. Kemudian para siswa itu akan menjawab, bahwa mereka belajar keras untuk bisa masuk universitas dan mendapatkan pekerjaan.

Jack Ma pun menjawab, "Universitas tidak menjamin sebuah pekerjaan untuk kalian. Alibaba mempekerjakan lulusan MIT dan Harvard bukan karena nama besar kampusnya, tetapi karena orang-orang yang diterima kerja itu siap untuk belajar seumur hidupnya. Gelar sarjana tak lebih dari sekadar kuitansi untuk pembayaran uang sekolah," tegasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya