Berita

Pelantikan Wantimpres Joko Widodo/Net

Politik

Pengamat: Wantimpres Jokowi Adalah Pendukung Yang Belum Kebagian Kekuasaan

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 22:18 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penunjukan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang sudah diumumkan mempertegas masih adanya bagi-bagi kekuasaan di pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode kedua.

Hal itu beralasan lantaran mayoritas sosok Wantimpres yang ditunjuk masih berasal dari partai politik pendukung Jokowi-Maruf.

"Komposisi Wantimpres hampir 40 % pebisnis, 40% politisi, dan hanya 10% tokoh masyarakat menunjukkan upaya Jokowi untuk bagi-bagi kue kekuasaan pada para pendukungnya," kata pengamat politik Ubedilah Badrun kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (16/12).


Berdasarkan UU 19/2006, Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) berkedudukan di bawah presiden dan bertanggung jawab kepada RI satu.

Oleh karenanya, jelas Ubedilah, menjadi otoritas presiden sepenuhnya untuk mengangkat siapapun.

Namun jika dilihat dari latar belakang sosok yang ditunjuk, mereka adalah para senior politisi, senior pebisnis dan tokoh masyarakat yang mendukung Jokowi saat Pilpres lalu, baik secara terang-terangan maupun diam-diam.

"Tak bisa dipungkiri mereka ini yang belum mendapat kue kekuasaan," sambungnya.

"Jadi posisi Wantimpres yang baru saja diangkat lebih terlihat memiliki motif bagi-bagi kue kekuasaan dibanding motif sesuai tugas dan fungsi Wantimpres," tandasnya.

Sembilan Wantimpres yang telah dilantik Presiden Jokowi, Jumat (13/12), di antaranya politisi PDIP, Sidharto Danusubroto; mantan Menko Polhukam, Wiranto, politisi PPP, M Mardiono; mantan Ketua DPD Demokrat Jatim, Soekarwo; politisi Golkar, Agung Laksono; pengusaha Arifin Panigoro; Putri Kuswisnu Wardani; Dato Sri Tahir; dan ulama Habib Luthfi bin Yahya.

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya