Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Dorong Pemerataan Akses Kesehatan, PPP Usulkan Program One Pesantren One Faskes

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 00:38 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Untuk mendorong fasilitas kesehatan merata DPR meminta Kementerian Kesehatan membangun infrastruktur kesehatan kesehatan di setiap pesantren di Indonesia.

Demikian disampaikan Anggota Komisi IX, Anas Thohir saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu malam (15/12).

Menurut Anas, setelah UU 18/2019 tentang Pesantren disahkan, lembaga pondok pesantren memiliki kedudukan yang setara dengan lembaga pendidikan lainnya. Untuk itu, Anas mengusulkan Menteri Kesehatan agar memberi perhatian lebih kepada pesantren di Indonesia.


"Saya minta Menteri Kesehatan RI dalam menyusun program Kementerian tahun 2020 bisa memberikan perhatian lebih besar terhadap peningkatan fasilitas kesehatan pesantren yang sebagian diataranya masih sangat memprihatinkan," kata Anas Thahir kepada Kantor Berita Politik RMOL.

Kata politisi PPP itu, berdasar data Kemenag tahun 2016, jumlah pesantren di Indonesia mencapai 28.194 lembaga, jumlah total santri sebanyak 4.290.626 jiwa. Dengan data sebanyak itu, Anas meminta Menkes Terawan Agus Putranto untuk mencanangkan program "One pesantren one Faskes".

"Fasilitas kesehatan bisa disesuaikan dengan kebutuhan pesantren. Untuk Pesantren besar yang jumlah santrinya di atas 10 ribu bisa berupa fasilitas Pukestren. Tapi untuk pesantren yang lebih kecil bisa dalam bentuk klinik, bantuan dokter umum, sanitasi," jelas Anas Thohir.


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya